Ponorogo (beritajatim.com) – Seperti perayaan sebelumnya, Pemkab Ponorogo kembali memusatkan perayaan menyambut tahun baru 2024, di kawasan wisata Telaga Ngebel. Keadaan pusat kota yang sudah ramai dan untuk memaksimalkan kunjungan wisata destinasi andalan Ponorogo itu, menjadi alasan perayaan dipusatkan di telaga yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut.
Sejumlah event di Telaga Ngebel telah disiapkan, saat malam pergantian dari tahun 2023 ke 2024, untuk memanjakan para pengunjung yang datang. Mulai dari konser musik, peresmian tribun hingga pesta kembang api akan dilaksanakan di Telaga Ngebel.
“Perayaan tahun baru berpusat di Telaga Ngebel ini sebenarnya bukan pertama kalinya. Tahun lalu atau malam tahun 2023 lalu juga dipusatkan di Telaga Ngebel. Saat itu juga dilaksanakan lounching Water Fountain atau air mancur menari,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Kamis (28/12/2023).
Judha menjelaskan bahwa perayaan malam tahun baru sudah dimulai sejak sore hari hingga malam, acara ditutup dengan pesta kembang api yang akan dinyalakan pada pukul 00.00 WIB. Nanti juga akan dilakukan peresmian tribun, perpindahan PKL dan peresmian dermaga baru yang digunakan untuk menaiki perahu wisata.
“Lokasi dermaga sebelumnya digunakan untuk tempat pembangunan tribun. Nah, dermaganya akhirnya digeser ke sisi selatan tepatnya di depan SDN 1 Ngebel,” kata Judha.
Untuk mengatasi kemacetan di seputaran telaga, sudah dilakukan rekaya lalu lintas yang nanti akan dikomandoi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo. Sejumlah lokasi tempat parkir kendaraan pun sudah disiapkan. Mulai dari terminal Sahang, halaman Kecamatan Ngebel, hingga lapangan Ngebel.
Nantinya kendaraan pengunjung terutama yang roda 4 harus diparkir di tempat yanh telah disediakan. Pengunjung tidak boleh memarkirkan kendaraannya secara sembarangan. Hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan. “Jalur di seputaran telaga nanti diberlakukan satu arah. Sehingga tidak boleh parkir sembarangan,” pungkasnya. [end/suf]






