Ponorogo (beritajatim.com) – Pemkab Ponorogo akan memanfaatkan momen libur natal dan tahun baru (Nataru) untuk meraih surplus Rp 1 Miliar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Pada momen nataru kali ini, pengelola wisata andalan Kabupaten Ponorogo, Telaga Ngebel, ditarget mendapatkan pendapatan sebesar Rp 500 juta.
Data dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), destinasi wisata Telaga Ngebel telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,1 miliar hingga pertengahan bulan ini. Jumlah itu sudah melampaui target PAD untuk sektor wisata yang berada di lereng Gunung Wilis itu, yakni tahun ini dicanangkan sebesar Rp4,6 miliar.
“Target pendapatan di momen libur nataru ini sebesar Rp500 juta,” ungkap Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Rabu (27/12/2023).
Untuk merealisasikan pendapatan surplus Rp1 miliar itu, berbagai upaya untuk memarik wisatawan dilakukan oleh Disbudparpora di momen libur nataru ini. Yakni dengan memfokuskan pada penyelenggaraan kegiatan di Telaga Ngebel Ponorogo. Salah satunya dengan menyelenggarakan event musik yang direncanakan akan menghibur para pengunjung di Telaga Ngebel menjelang akhir tahun.
“Rencananya akan kita lakukan perayaan akhir tahun secara meriah di Telaga Ngebel dengan hadirnya event musik,” ungkap pejabat yang identik dengan kumis tebalnya tersebut.
Selain event musik, Judha menyebut pihaknya juga tengah mempersiapkan acara peresmian sarana baru di Telaga Ngebel. Yakni mulai peresmian tribun, panggung hiburan, dermaga dan pujasera. “Dengan kegiatan musik dan fasilitas baru yang ada di Telaga Ngebel ini, kita berharap bisa mencapai target pendapatan di momen nataru ini,” katanya.
Judha menyebutkan pihaknya optimis untuk mencapai target itu, sebab, setiap hari pagi dan sore Telaga Ngebel dipadati wisatawan, tidak hanya pada hari Sabtu dan Minggu saja. Dengan rencana yang akan dilaksanakan ini, Judha berharap bisa berkontribusi positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Kalau bisa terpenuhi target nataru, ada surplus sampai Rp1 miliar dari sektor ini. Padahal tahun ini target tersebut terus dinaikkan beberapa kali,” pungkas Judha. (end/kun)






