Banyuwangi (beritajatim.com) – Kedatangan Presiden Joko Widodo membawa cerita tersendiri bagi Sanatin. Nenek berusia 80 tahun itu mengaku bahagia dapat bertegur dengan orang nomor satu di negeri ini.
Perjumpaan keduanya saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di pasar tradisional Rogojampi, Banyuwangi. Sementara, Sanatin merupakan pedagang sandal jepit di pasar tersebut.
Presiden Joko Widodo tiba di pasar itu sekitar pukul 11.30 WIB. Bersama rombongan, didampingi Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Jokowi berkeliling sesekali menyapa dan menyalami warga di pasar. Teriakan warga bahkan mengalihkan perhatiannya untuk menghampiri.
Setelah berjalan sekitar 10 menit, Presiden Jokowi tiba di depan lapak dagangan Sanatin. Suara lirihnya merenta berteriak-teriak menyebut nama presiden.
“Saya tadi teriak terima kasih Pak Jokowi. Jawabnya iya,” ucap Nenek Sanatin, Rabu (27/12/2023).
Meski tak sempat berdialog langsung, namun hal itu sudah cukup membuatnya senang. Terlebih, Sanatin mengaku seumur hidupnya baru pertama kali bertemu langsung dengan Presiden.
“Saya sejak Presiden Soekarno, sampai Pak Jokowi, ya baru ini bertemu presiden. Seneng banget, hatiku bahagia,” katanya.
Apalagi, sejak pagi sejumlah petugas pengamanan telah membagikan paket bantuan bagi pedagang. Ada juga yang mendapat amplop bertuliskan Bantuan Kemasyarakatan Presiden Joko Widodo berisi uang.
“Tadi dapat bungkusan itu, isinya beras, terus ini di dalam amplop isinya uang Rp 1,2 juta,” ungkapnya.
Sanatin mengaku bersyukur mendapat bantuan itu. Hasil yang lebih dari cukup jika dibandingkan pendapatan satu hari kerja.
“Sehari dapatnya tidak pasti. Alhamdulillah dapat bantuan. Terima kasih Pak Jokowi,” ujarnya.
Memang tidak semua pedagang mendapat bantuan yang sama. Sebagian hanya mendapat paket sembako ada juga yang dua-duanya dapat.
“Saya tadi tidak dapat amplopnya,” sahut salah satu pedagang pracangan sembako di pasar Rogojampi. [rin/beq]






