Banyuwangi (beritajatim.com) – Petugas gabungan melakukan pengamanan ekstra saat rencana kunjungan Presiden Joko Widodo di Banyuwangi. Kedatangan presiden di Bumi Blambangan dalam kegiatan pembagian sertifikat program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di lapangan Maroon, Kecamatan Genteng.
Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Jamaludin mengatakan pengamanan kedatangan Presiden RI dan Iriana Joko Widodo harus dilakukan secara maksimal.
“Tidak boleh lengah ataupun menganggap tugas pengamanan ini seperti tugas pengamanan biasa,” ungkap Kolonel Inf. Jamaludin saat Apel Gelar Pasukan Pengaman Kunjungan Kerja Presiden RI dan Iriana Joko Widodo dan rombongan ke Kab. Banyuwangi, bertempat di Lapangan Setail, Kecamatan Sempu, Selasa (26/12/2023).
Menurutnya, tanggungjawab besar di pundak para petugas gabungan. Hal ini demi terciptanya acara yang aman dan lancar.
“Kita harus melaksanakan tugas Pengamanan VVIP dengan penuh rasa tanggung jawab agar nantinya berjalan dengan lancar dan aman. Maka dari itu hari ini kita melaksanakan Apel Gelar Pasukan yang bertujuan untuk mengecek tingkat kesiapan pasukan pengamanan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan VVIP,” tegasnya.
Sehingga, kata Jamaludin, persiapan pengamanan harus maksimal. Mulia dari tahap awal hingga selesainya acara.
“Tentunya segala sesuatu terkait dengan Pengamanan VVIP harus betul-betul kita siapkan, dimulai dari tahap awal sampai dengan akhir dan tidak ada istilah rutinitas,” terangnya.
Terutama, lanjut Jamaludin, semua petugas harus peka, khususnya pada Satgas Rute yang memiliki tanggungjawab cukup berat. Pasalnya, ada potensi warga yang akan mendekat dengan Presiden RI.
“Namun yang perlu diwaspadai adanya pemanfaatan potensi tersebut yang dapat mengancam obyek. Ancaman tidak datang tiba-tiba tapi pasti ada proses dan memiliki ciri-ciri tertentu sehingga semua harus peka,” katanya.
Usai Apel Gelar pasukan pengamanan kunjungan Presiden RI ini, kegiatan dirangkai dengan pelaksanaan gladi rangkaian kendaraan rombongan. (rin/ian)






