Surabaya (beritajatim.com) – Pihak Cruz Lounge Bar Vasa Hotel mengaku hanya memberikan air putih dan minuman beralkohol (minol) dengan kadar 10 persen kepada 4 musisi Surabaya yang diduga keracunan usai perform.
Pengakuan itu disampaikan Cruz Lounge Bar Vasa Hotel kepada polisi saat pemeriksaan. “Kemarin dicek oleh anggota. Kegiatan di situ hanya main band. Informasi dari pihak sana, mereka hanya menyediakan air putih sama minum-minuman ya alkohol cuma 10 persen,” kata Kompol Zainur Rofik, Kapolsek Sukomanunggal, Senin (25/12/2023).
Dalam peristiwa itu, dua anggota band berinisial RF dan RS tewas pada Minggu (24/12/2023) dini hari usai mendapatkan perawatan, sedangkan dua lainnya yaitu MI dan IN masih dirawat di rumah sakit hingga sekarang. Rofik pun menganjurkan agar korban melapor ke Polrestabes Surabaya.
“Masalahnya, korban meninggalnya tidak di hotel sini. Di (hotel) Vasa informasinya cuma nge-band. Langsung lapor ke Polres, kalau itu mas,” jelasnya.
Sampai berita ini ditulis, Pihak Cruz Lounge Bar Vasa Hotel belum memberikan keterangan resmi kepada wartawan terkait dugaan keracunan yang dialami oleh 4 musisi asal Surabaya dan menewaskan 2 orang itu.
Sebelumnya, 2 musisi Surabaya meninggal dunia usai minum minuman beralkohol di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel, Jumat (22/12/2023) malam. Selain dua musisi yang tewas, terdapat dua orang yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, dua musisi yang meninggal dunia berinisial RZ dan RF. Sementara dua orang yang dirawat di rumah sakit berinisial MI dan IN. Mereka tergabung dalam satu band yang saat itu bertugas menghibur pengunjung Cruz Lounge Bar Vasa Hotel.
“Yang ikut minum itu 4 orang. Namun yang parah 4 orang itu. Masing-masing pemain Saxophone, Drummer, Vokalis, dan Sound Engineer,” kata sumber yang menolak identitasnya dipublikasikan. [ang/suf]

as a preferred source on Google




