Banyuwangi (beritajatim.com) – Filippo Inzaghi berhasil bangkit bersama timnya Salernitana 1919. Pada pertandingan Serie-A pekan ke-17, mereka nyaris menang atas klub ibu kota AC Milan.
Salernitana 1919 berhasil memetik poin pertamanya setelah 4 pertandingan terakhir mengalami kekalahan beruntun. Satu-satunya kemenangan, saat anak asuh Filippo Inzaghi tersebut bersua Lazio pada (25/11/2023).
Sebenarnya, klub berjuluk I Granata mendapat angin segar menuju tangga kemenangan. Pasalnya, mereka mampu comeback setelah tertinggal sejak menit ke 17 lewat gol Fikayo Tomori.
Mereka membalasnya dengan dua gol sekaligus oleh dua veteran Federico Fazio dan Alessandro Candreva. Masing-masing di menit ke 42′ dan 63′.
Salernitana 1919 berupaya mati-matian mempertahankan keunggulan itu. Meskipun, serangan bertubi-tubi harus mereka terima dari barisan depan AC Milan.
Olivier Giroud, Luka Jovic dan Rafael Leao bergantian menguji anak asuh Inzaghi. Ujungnya, saat laga menuju menit akhir tepatnya di babak tambahan, Salernitana 1919 harus menelan pil pahit.
Pasalnya, kombinasi kerjasama ketiga pemain depan itu membuyarkan mimpi untuk menang. Tandukan Olivier Giroud yang mengarah ke Luka Jovic mampu diselesaikan dengan manis.
Kemenangan di depan mata sirna. Filippo Inzaghi yang akan menjadikan mantan klub jadi tumbal pun buyar. Skor akhir Salernitana vs AC Milan 2-2.
Hasil imbang atas AC Milan ini jelas membuat sang alenatore belum tenang. Apalagi rentetan hasil buruk selama ini yang terus menghantui mantan striker legendaris itu.
Sejak datang pada Oktober lalu, Filippo Inzaghi setidaknya telah menemani Salernitana 1919 sebanyak 10 laga. Selama itu, raport Inzaghi baru membukukan 3 kali kemenangan, 2 di Serie A dan 1 kali di Piala Italia. Sementara sisanya mencatatkan kekalahan.
Kembalinya di kancah liga kasta tertinggi Italia, super pippo memang belum dinaungi dewi fortuna. Apalagi, dia datang juga menemui catatan minor sebagai pelatih.
Sebelum ke Salernitana 1919, Inzaghi merupakan arsitek Reggina di Serie-B. Namun, klub tersebut mengalami bangkrut.
Posisinya kini diujung tanduk. Jika tak mampu memberikan kepercayaan manajemen, bukan tidak mungkin dirinya menyusul Paolo Sousa pelatih Salernitana 1919 sebelumnya.
Posisinya makin sulit, apalagi mereka masih berada di dasar klasemen dengan 9 poin. Terpaut, 3 angka dari tiga klub terbawah di klasemen Seri-A musim ini. [rin/beq]






