Surabaya (beritajatim.com) – Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Republik Indonesia yang digelar hari ini Jumat (22/12/2023) di Jakarta rupanya masih belum banyak diminati para mahasiswa Surabaya untuk nonton bareng bersama rekan-rekannya. Ternyata mahasiswa di Universitas Airlangga (Unair) justru lebih pilih untuk belajar bersama alias belajar berkelompok di sebuah kafe atau warung kopi daripada nonton debat cawapres.
Hal ini terlihat di salah satu kedai kopi di kawasan Kertajaya, Surabaya. Memang banyak mahasiswa yang datang ke tempat nongkrong seperti coffeahop atau warung kopi namun mereka hanya sibuk berkumpul dengan teman-temannya untuk mengerjakan tugas kuliah atau hanya sekedar ngobrol bersama.
Salah satu mahasiswa Universitas Airlangga, Ghina mengungkapkan jika dirinya sebenarnya tertarik untuk melihat debat cawapres yang nanti disiarkan tapi sayangnya banyaknya tugas kuliah yang membuat dirinya hanya akan melihat lewat tayangan ulangnya.
“Saya mengikuti sih soal Capres dan cawapres yang saat ini, dan kebetulan tahun ini saya pertama kali memiliki hak suara tentu saya tidak ingin golput dan sudah ada pilihan juga. Tapi sayang saya masih belum bisa melihat live langung,”ungkap Ghina.
Sama halnya dengan Irma, Mahasiswi Keperawatan Universitas Airlangga ini juga suka melihat tayangan ulang debar capres dan cawapres bahkan dia tak ketingalan untuk mengikuti issunya.
Namun sayangnya lagi-lagi tugas kuliah yang membuatnya tak bisa melihat debat cawapres di televisi saat nanti disiarkan.
“Saya tidak sempat kalau harus nonton nanti karena tugas kita masih banyak, tapi kami sebagai generasi muda tidak ingin golput dan ingin sekali memberikan hak suara,”ucapnya.
Diketahui sebelumnya tiga calon wakil presiden yang berkontestasi dalam Pilpres 2024 akan beradu gagasan dalam debat yang akan digelar di Jakarta.
Debat Pilpres 2024 seri kedua ini akan mempertemukan tiga cawapres yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming dan Mahfud MD.
Tema debat kali ini adalah ekonomu kerakyatan dan digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN APBD, insfrastruktur dan perkotaan. (Way)






