Blitar (beritajatim.com) – Seorang ibu bernama Dita Faisal curhat di media sosial Instagram soal uang gizi untuk balita yang belum dicairkan hingga 6 bulan lamanya. Ibu itu menyebut ada 5 posyandu di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar yang belum menerima uang gizi balita.
Padahal uang gizi balita tersebut terbilang kecil yakni hanya sebesar Rp6.000 per anak. Kondisi itu pun membuat sang ibu sedih dan meluapkan keprihatinannya di media sosial.
“Bapak ibu pemangku kebijakan. Sudah 6 bulan uang gizi di 5 posyandu Desa Serang kabarnya tidak dibayar. Jika rata-rata 1 posyandu mengurusi 30 anak itu berarti ada 150 balita yang uang gizinya tertunda. Betapa pilu mendengarnya,” tulis Dita Faisal.
Kepiluan yang ungkapan oleh Dita Faisal itu pun juga di tag kepada pengurus desa, Bupati Blitar Rini Syarifah, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
“Bapak ibu pemangku kebijakan. Sembilan hari lagi tahun akan berganti tapi uang gizi anak di Desa Serang belum juga turun dibagi. Kasihan pak Bu, ada 25 orang ibu kader yang terpaksa menyisihkan uang dapurnya untuk NOMBOKIN uang gizi. Sungguh mulia hati ibu kader karena sudah mau menalangi uang pemerintah,” cuitan Dita.
Dari cerita Dita diketahui bahwa uang gizi balita tersebut terlebih dahulu menggunakan uang para kader. Namun hingga akhir tahun 2023 ini, uang para kader posyandu yang digunakan untuk gizi balita belum kunjung diganti.
Sementara itu, Kepala Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Handoko mengakui adanya keterlambatan pembayaran uang gizi balita. Menurut Handoko, uang gizi biasanya dibagikan setiap 3 bulan sekali namun kali ini memang ada keterlambatan hingga 6 bulan.
“Tapi hari ini sudah dicairkan dan besok bisa dibagi mungkin ini ada miskomunikasi dengan para kader,” kata Handoko.
Terkait keterlambatan tersebut, menurutnya ada faktor data yang membuat pencairan dana gizi balita terlambat. Handoko menegaskan bahwa untuk pencairan, perlu penyesuaian data dari para kader, proses itu pun memerlukan waktu yang lumayan panjang.
“Sore nanti kami akan kumpulkan semua kader posyandu soal hal ini akan kami sampaikan,” tutupnya. [owi/beq]






