Surabaya (beritajatim.com) – Banyak problema riil yang dialami individu muslim maupun keluarga mereka butuh solusi yang sejalan dengan ketentuan dalam himpunan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam. Sejumlah problema itu berhubungan dengan hukum pernikahan (perkawinan), hukum waris, dan hukum wakaf yang seringkali muncul di ruang privat warga muslim. Mereka membutuhkan pengetahuan dan pencerahan untuk menyelesaikan masalahnya secara tepat dan benar.
Karena itu, sharing dan delivery informasi serta pengetahuan secara presisi dengan rujukan yang kuat tentang sejumlah fenomena kemasyarakatan dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam penting dihadirkan.
Dalam konteks demikian, manajemen beritajatim.com bekerja sama dengan Fakultas Syariah dan Ekonomi Universitas Islam Tribakti Lirboyo (UITL) menjalin kerja sama konten pemberitaan tentang penerapan Kompilasi Hukum Islam dalam melihat, menelaah, dan membedah problem kemasyarakatan secara faktual yang muncul di lingkungan kita. Semoga kerja sama ini ada guna dan manfaatnya. Amin ya Robbal ‘Alamin.
Pertanyaan:
Bapak / ibu pengasuh yang saya hormati, akhir-akhir ini sering terjadi kasus bunuh diri, sebagai orang tua, bagaimanakah komunikasi yang baik dengan anak-anak kami?
Jawaban:
Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Kalimat tersebut merupakan penggalan lirik dalam sebuah lagu Harta Berharga yang menjadi original soundtrack dari Film Keluarga Cemara pada tahun 2018. Keluarga adalah tempat kita kembali. Dan hanya keluargalah yang mampu menerima kita apa adanya dan bukan karena ada apanya.

Dengan banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia, menjadikan fenomena ini bukan lagi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Melainkan menjadi trend di kalangan masyarakat dan mereka “berlomba” untuk melakukan hal itu ketika masalah datang menerpa. Lantas, siapakah yang harus disalahkan dalam hal ini?
Menurut suicide theory dari Emile Durkheim pada tahun 1897, seseorang yang bunuh diri bukanlah pihak yang harus disalahkan. Justru lingkungan sosial adalah faktor terbesar yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
Maka, akan aneh rasanya ketika lingkungan sosial terdekat yang ada di sekitar kita yaitu keluarga, justru menjadi tempat yang tidak aman dan nyaman.
Beberapa waktu yang lalu terdapat kasus bunuh diri dari salah seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta karena kurangnya apresiasi dan penerimaan dari orang tuanya. Ditambah lagi, ada warga Desa Sungai Serik Kecamatan Kampar Kiri Kepulauan Riau yang melakukan aksi bunuh diri karena orang tuanya bercerai.
Dua kasus tersebut hanya segelintir masalah yang kita ketahui. Banyak hal yang terjadi di luar sana tanpa kita sadari. Lantas, apa solusinya?
Komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan. Meskipun menurut prinsip komunikasi, komunikasi bukanlah panasea atau obat mujarab untuk menyelesaikan segala masalah. Namun sebagai homo narrans, berkomunikasi adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa kita hindari.
Menurut Family Communication Patterns Theory (FCPT), komunikasi keluarga dapat dibentuk dengan pembentukan realitas sosial bersama (Koerner, et al, 2017). Orang tua mengkomunikasi ide dan gagasannya dengan meningkatkan kedekatan dan kehangatan, bukan sekedar kepatuhan terhadap hierarki dan aturan (Hesse, et al, 2017).
Oleh sebab itu, orang tua bukan Tuhan yang Maha Benar. Meskipun sudah melalui asam garam kehidupan, akan lebih baik dan bijak apabila orang tua juga mau mendengarkan keinginan anaknya.
Mencoba mengerti rencana masa depan yang mereka harapkan. Bukan memaksa atau mencela. Bila salah, akui saja salah. Bila benar, akui saja itu benar. Karena mengakui dan meminta maaf bukan sebuah dosa ataupun hina. Dengan bercerita tentang dunia dan membentuk pemahaman yang sama, maka cinta akan tercipta. Asa akan selalu ada. Dan bahagia akan kita dapat selamanya.
Arina Rohmatul Hidayah, M. Kom
Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Tribakti Lirboyo






