Magetan (beritajatim.com) – Tak heran jika Desa Cileng Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan dapat Anugrah Desa/Kelurahan Bebas Stunting Awards 2023 kategori Intervensi Spesifik. Penghargaan itu diterima oleh Kepala Desa Cileng Yanto di Hotel Sahdu Raya Convention and Exhibition Center Yogyakarta pada 11 November 2023 lalu.
Dari 19 anak yang mengalami stunting, sudah sembilan anak yang dinyatakan bebas. Pemenuhan gizi ternyata dilakukan tiap hari selama 3 bulan. Tak hanya itu, unsur pemdes juga membeli alat ukur yakni antopometri. Anggaran dari dana desa tak cukup, mereka lantas patungan agar alat itu terbeli.
“Kami saat itu tidak punya alat ukur stunting, bagaimana bisa terbebas dari stunting jika tidak punya alat ukurnya. Kami pun anggarkan pembelian dari dana desa, tetapi karena harganya mahal uangnya tidak cukup. Kami pun patungan bersama perangkat desa dan warga,” kata Yanto.
Sejak punya alat untuk berat badan, tinggi, panjang, lingkar lengan, dan lingkar kepala, pihak desa baru bisa merumuskan cara untuk memenuhi gizi anak stunting.
“Kami berikan satu butir telur ayam kampung dan susu UHT selama 90 hari tanpa putus kepada anak kategori stunting. Setiap hari dicek dan setiap seminggu sekali ditimbang di balai desa. Hasilnya mulai kelihatan,” ungkapnya.
Untuk telur ayam kampung, dibeli langsung dari warga yang memiliki ayam. Setelah terkumpul, dikirim bersama susu UHT kerumah rumah oleh relawan.
“Ngumpulkan telur telur ayam kampung awalnya susah juga jumlahnya tidak mencukupi. Karena pemberian kepada anak ini sekalian untuk konsumsi selama seminggu. Jadi 7 telur dan 7 susu yang dikirim langsung ke rumah anak yang stunting ini,” jelasnya lagi.
Tentu, ada beberapa anak yang sulit makan telur. Solusinya, setiap hari Jumat, seluruh anak stunting dikumpulkan di balai desa untuk ditimbang dan diajak memasak telur bersama dengan orang tua.
“Nah, saat di balai desa, ketemu temannya banyak akhirnya mau makan telur dan minum susu. Dari situ mulailah berat badan tinggi mereka bertambah,” ungkap Yanto.
“Alhamdulillah, berkat kesadaran dan seluruh elemen masyarakat bergerak anak anak kita mulai terbebas dari stunting. Dari sebelumnya 19 anak 9 telah terbebas dari stunting dan dapat penghargaan itu,” lanjutnya.
Soal dari mana anggaran pengentasan stanting di desanya, Yanto menjawab murni dari dana desanya dan swadaya.
“Kalau mengandalkan dana desa tidak cukup kami iuran ya. Kalau dari pemkab Magetan hanya dibantu makanan matang yang dikirim dari Puskesmas saja,” imbuhnya.
Kades Cileng bertekat akan terus mempertahankan pemberian telur ayam kampung dan susu UHT terhadap 10 anak yang masih stunting di desanya.
“Kemaren ada studi banding dari Kabupaten Pacitan soal cara pengentasan stanting kami. Mereka belajar caranya dari kami untuk diaplikasikan di sana,” pungkasnya. [fiq/ian]







