Jombang (beritajatim.com) – TPN (Tim Pemenangan Nasional) Ganjar-Mahfud menerima banyak masukan dari aktivis Jombang saat diskusi publik bertema Menakar Komitmen Ganjar – Mahfud dalam Penegakan HAM dan Penghapusan Kekerasan Seksual, Senin (11/12/2023).
Acara tersebut digelar di sekretariat DPC Projo Ganjar Jl Kapten Tendean No 125 Desa Pulo Lor Jombang. Hadir dalam diskusi tersebut Wakil Direktur Deputi Inklusi TPN Ganjar Mahfud, Illian Deta Arta Sari.
Sederet narasumber lainnya adalah Direktur Link (Lingkar Indonesia untuk Keadilan) Jombang Aan Anshori, koordinator LSM FRMJ (Forum Rembug Masyarakat Jombang) Joko Fattah Rochim, aktivis perempuan Nur Chasanah, aktivis muda nahdliyin Moh Sadad Almahiri, serta penasihat difabel Jombang Faizudin Fil Muntaqobat.
Masing-masing aktivis ini memberikan masukan kepada TPN Ganjar-Mahfud. Semisal, Faizudin membeber soal masih adanya diskriminasi kelompok difabel dalam mengakses perbankan. Juga dalam pendidikan.
BACA JUGA: Kiai Kampung Jombang-Mojokerto Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud
Lalu Joko Fatah yang mengungkapkan soal pengalamannya mendampingi kelompok minoritas. Mulai PKL (pedagang kaki lima) hingga komunitas kereta kelinci, serta komunitas kesenian kuda lumping.
Bukan itu saja, Joko Fattah juga mengungkap masih maraknya sekolah tingkat atas yang melakukan pungli (pungutan liar) kepada wali murid dengan dalih pembangunan. Sedangkan Aan Anshori berharap TPN Ganjar-Mahfud memberikan edukasi kepada pemilih.
Di antaranya, pemilih Ganjar-Mahfud harus komitmen tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan. Hal senada juga diungkapkan oleh aktivis perempuan Jombang Nur Chasanah. Sementara Sadad Almahiri menekankan penting reformasi birokrasi.

“Karena reformasi adalah salah satu amanat gerakan reformasi 1998. Jika terpilih pasangan Ganjar-Mahfud harus komitmen soal itu. Begitu juga dengan soal reforma agraria. Program tersebut belum bergaung di daerah,” ujar aktivis nahdliyin berambut gondrong ini.
Diskusi berlangsung gayeng dan dinamis. Peserta yang jumlahnya ratusan menyimak hingga akhir acara. Bahkan saat sesi tanya jawab, banyak peserta diskusi yang menitipkan pesan kepada TPN agar disampaikan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 3 tersebut.
Wakil Direktur Deputi Inklusi TPN Ganjar Mahfud, Illian Deta Arta Sari, menyambut baik kegiatan diskusi publik tersebut. Menurutnya, acara ini sangat penting untuk menyerap aspirasi dari masyarakat Jombang.
Menurutnya, aspirasi dan masukan tersebut sangat penting bagi TPN Ganjar-Mahfud. “Karena tema yang berkaitan dengan kekerasan seksual dan penegakan HAM menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama,” ujar perempuan berjilbab ini.
BACA JUGA: TPN Ganjar-Mahfud Sasar Basis Nahdliyin di Jombang
Illian juga mengatakan bahwa di TPN Ganjar-Mahfud merupakan satu-satu tim pemenangan nasional capres yang fokus memiliki divisi perempuan dan disabilitas. Sedangkan capres lain tidak ada yang memiliki divisi tersebut.
“Artinya, Ganjar-Mahfud menyadari bahwa tidak bisa meninggalkan siapa pun. Tidak boleh ada yang tertinggal. Makanya, masukan-masukan dari teman-teman sangat berarti bagi kami. Semisal fasilitas untuk kelompok disabilitas masih minim,” ujarnya.
Bagaimana soal kekerasan perempuan? Illian melanjutkan, pasangan Ganjar-Mahfud menilai kekerasan seksual dan penegakan HAM adalah sebuah kejahatan berat yang harus dituntaskan sampai akar akarnya.

“Dalam persoalan kekerasan seksual, pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal serta korbannya harus kita kawal sejak awal. Mulai dari pelaporan, pemulihan dan penanganan traumanya,” jelasnya.
Persoalan kekerasan seksual di Indonesia, lanjut dia, tidak hanya sekadar ditangani secara hukum. Namun lebih dari itu, penanganannya harus terintegrasi dengan sektor lain. Misalnya, yang berkaitan dengan pendidikan keluarga, serta sosialisasi pencegahan di jenjang sekolah.
“Sedangkan, dalam persoalan penegakan HAM, kami juga berkomitmen untuk menuntaskan pelanggaran HAM di Indonesia. Dari diskusi ini kami menerima banyak aspirasi mulai dari kalangan difabel, PKL, perempuan dan lain-lain. Komitmen kami untuk menerima aspirasi di masyarakat dan mencarikan solusi,” pungkasnya. [suf]






