Mojokerto (beritajatim.com) – Akibat luapan Kali Lamong di tiga desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pada, Jumat (8/12/2023) pekan lalu, menyebabkan area persawahan milik warga terendam. Setidaknya, ada 19 hektar tanaman padi yang baru ditanam di Desa Banyulegi terendam air.
Data Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ada tiga titik persawahan di Desa Banyulegi teredam banjir. Di Dusun Ngarus seluas 7 hektar dan 8 hektar dengan usia tanaman padi 5-8 Hari Setelah Tanam (HST), Dusun Glagah seluas 4 hektar dengan usia tanaman padi 7-9 HST.
“Kemarin (Jumat) memang terjadi luapan air Kali Lamong seperti biasanya, setiap tahunnya setiap musim hujan. Banyak pembenahan di sana tapi tetap berdampak khususnya di Banyulegi. Dari tiga poktan terdampak banjir, ada luasa 19 hektar,” ungkap Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, Senin (11/12/2023).
Menurutnya masa tanam padi masih baru, rata-rata 5-9 HST atau sekitar 2 minggu. Dari hasil koordinasi dengan Poktan setempat, lanjut Nurul, dampak banjir luapan Kali Lamong untuk tanaman padi saat ini masih aman. Dampak banjir, pihaknya tidak memberikan bantuan kepada para petani.
“Kalau bantuan itu, kalau puso. Tanaman puso maka akan kita bantu ganti bibit, untuk banjir tidak ada dan untuk tanaman padi di Bangulegi baru 2 mingguan dan hasil koordinasi dengan poktan di sana, masih aman. Untuk peta (rawan banjir) masih sama, Dawarblandong, Sooko dan Mojosari,” katanya.
Baca Juga: Banjir Mojokerto, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen
Di Kecamatan Dawarblandong ada di tiga Desa Banyulegi, Talunblandong dan Pulorejo. Di Kecamatan Mojosari di Desa Ngimbang dan Kecamatan Sooko di Desa Tempuran. Untuk mengantisipasi bencana banjir, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Seperti di Kecamatan Mojosari, DAM yang menuju kesana masih dalam proses pembenahan tapi sudah sangat berkurang. Kita koordinasi dengan PU karena kewenangannya, kami memberikan data terkait aliran sungai yang masih ada kendala karena saluran irigasinya kurang sempurna,” jelasnya.
Nurul menambahkan, di Kecamatan Mojosari sudah dilakukan perbaikan. Di Kecamatan Dawarblandong juga mendapatkan bantuan dari pusat bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Semua upaya sudah dilakukan Disperta Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, hujan yang terjadi di wilayah hulu menyebabkan debit Kali Lamong naik. Akibatnya, Jumat (8/12/2023) air Kali Lamong meluap dan mengenangi sejumlah desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Luapan Kali Lamong mengenangi Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Dusun Klanting, Desa Pulorejo dan Dusun Ngarus, Desa Banyulegi. Air masuk rumah warga di Dusun Klanting, Desa Pulorejo dan Dusun Ngarus, Desa Pulorejo. Di Dusun Klanting ada lima rumah dan Dusun Ngarus ada tiga rumah. [tin/ted]
Dampak banjir luapan air Kali Lamong pada, Jumat (8/12/2023) di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto :
1. Poktan Tani Mulyo Satu
Dusun Ngarus
Padi umur 5-8 hari setelah tanam (hst)
Luas 7 hektar
2. Poktan Tani Mulyo
Dusun Glagah
Padi umur 7-9 hst
Luas 4 hektar
3. Poktan Rukun Tani
Dusun Ngarus
Padi umur 5-8 hst
Luas 8 hektar






