Blitar (beritajatim.com) – Di ruang tengah rumahnya di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Kheni Juraida (26) terlihat sibuk membentuk miniatur pohon natal. Tangan perempuan muslimah ini terlihat cekatan untuk melipat satu persatu uang mainan menjadi daun pohon natal.
Uang mainan yang sudah dilipat kemudian ditempel rapi membentuk sebuah miniatur pohon natal. Kheni juga menambah ornamen seperti bola, kotak, lonceng dan kereta pada buket pohon natal karyanya. Tidak lupa ornamen lampu juga ditambahkan agar kesan meriah natal tetap terasa pada miniatur pohon natal ini.
Bentuknya yang unik serta meriah, membuat miniatur pohon natal ini laku keras di pasaran. Di momen hari raya Natal ini saja, Kheni sudah mendapatkan pesanan sebanyak 30 buah miniatur pohon natal.
“Memang cara buatnya sedikit susah harus teliti agar hasilnya bagus, membuatnya juga membutuhkan waktu. Ini yang pesan sudah 30 orang,” kata Kheni Juraida, perajin miniatur pohon natal asal Kota Blitar, Senin (11/12/2023).
Untuk membuat satu miniatur pohon natal dari uang mainan ini, Kheni membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Menurutnya proses pembuatan miniatur pohon natal ini memang memerlukan ketelitian lebih dibanding buket atau pernak pernik Natal lainnya.
BACA JUGA:
Pemeriksaan Kesehatan Calon KPPS Blitar Gratis di Kecamatan
Meski begitu Kheni hanya mematok harga buket pohon natal ini mulai Rp60 ribu sampai Rp100 ribu. Harga itu hanya untuk jasa membuat buket pohon Natal.
“Pemesanan buket pohon Natal minimal seminggu sebelum pengiriman. Karena pengerjaan buket pohon natal lebih lama dibandingkan buket biasa,” katanya.
Awalnya Kheni memang mencoba berinovasi membuat buket pohon natal pada momen Hari Raya Natal 2023. Ia sempat memposting buket pohon natal karyanya di media sosial dan mendapat respon baik dari pelanggan.
“Respons pelanggan dengan buket pohon natal ternyata bagus. Sampai sekarang sudah ada 30 pesanan. Kebanyakan pesanan dari luar kota seperti Tulungagung dan Kediri,” ujarnya.
BACA JUGA:
Blitar Siapkan Dana Rp4,9 M Bangun 10 Palang Pintu KA
Kheni sendiri awalnya belajar membuat buket dan miniatur pohon Natal ini secara otodidak. Awalnya, ia membuat buket sendiri untuk hadiah teman menikah.
Berawal dari situ, akhirnya banyak kenalan yang pesan buket kepadanya. Kheni kemudian menekuni membuat kerajinan buket sebagai usaha sampingan di rumah sambil mengasuh anaknya yang masih usia 4 tahun. Ia mengerjakan sendiri pembuatan kerajinan buket di rumah.
“Di momen-momen tertentu seperti Hari Guru, Hari Ibu dan wisuda pesanan buket biasanya ramai. Kalau momen Natal, pesanan juga lumayan tapi dengan tema Natal,” tutupnya.
Sebagai seorang muslimah, Kheni pun tetap bersikap toleransi dengan umat Kristiani yang merayakan natal. Baginya umat Kristiani juga berhak merayakan hari rayanya seperti layaknya orang muslim merayakan Idul Fitri atau Idul Adha. [owi/beq]






