Malang (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) bersama sejumlah pihak menghelat sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu 2024. Acara ini mengusung tema ‘Pendidikan pemilih untuk meningkatkan kesadaran pemilih untuk menggunakan hak pilih’, berlangsung di ruang Mimbar Demokrasi Gedung C Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Senin (11/12/2023) siang.
Ada empat narasumber yang hadir, pertama Ria Casmi Arrsa selaku Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PPOTODA) Fakultas Hukum (FH) UB. Kedua Rochani, divisi sDM dan litbang KPU Jatim. Ketiga Ibnu Sam Widodo, S.H., M.H., Ketua Lembaga Pengembangan Hukum Pemerintahan (LPHP) FH UB. Keempat Abd. Somad, S.H. dari Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Keadilan. Acara dimoderatori oleh Ahmada Rivqy Virdausa, S.H.
Abdus Somad , S.H., menjelaskan bahwa LBH ingin memberi masukan dan pengalaman kepada masyarakat secara luas bahwa pemilu 2024 bisa berjalan lancar. Agenda ini diadakan bersama KPU Jatim bersama PP OTODA, dan LPHP dalam rangka menyambut pesta demokrasi 2024.
“Kami berharap bisa melihat apa saja yang menjadi keresahan dari masyarakat. Kendala di masyarakat dengan sosialisasi ini nanti bisa terselesaikan dan disampaikan lebih luas kepada masyarakat sehingga penyelenggaraannya sukses,” tutur Somad saat membuka acara.
BACA JUGA:
Unesa dan KPU Jatim Tingkatkan Partisipasi Pemilih Mahasiswa
Tak hanya itu, LBH Rumah Keadilan, mengawal proses pemilihan secara langsung di Malang raya dan Kediri Raya. Ia berharap kolaborasi pihaknya dengan Bawaslu dan KPU bisa saling menguntungkan. Terutama untuk mengakomodasi aspirasi generasi muda yang saat ini masih jadi PR bersama
“1 suara penting karena berkaitan dengan hak demokrasi dengan masyarakat. Jangan sampai yang menjadi kendala menghilangkan suara itu. Kita peduli pada masyarakat, oleh karena itu kita menghadirkan KPU Jatim agar pesta demokrasi 2024 sukses,” tutupnya.
Ketua pelaksana kegiatan dari pihak rumah keadilan dan PP OTODA, Luna Dezeana Ticoalu menjelaskan bahwa sosialisasi ini untuk meningkatkan pendidikan politik pada pemilih pemula yang dominan generasi z. Pesertanya, ada beberapa undangan baik itu polisi, jurnalis, BEM, penyandang disabilitas, mahasiswa umum, LBH se Malang raya.

“Total peserta, 150 orang dari undangan dan umum. Kalau misal di lihat di lapangan, banyak sekali mahasiswa dan gan z tidak percaya pemerintah, kami adakan dan selenggarakan agar tumbuh kesadaran politik,” ujarnya.
Luna Dezeena berharap masyarakat atau generasi Z yang masih apatis dan belum percaya bisa lebih meningkatkan awarnessnya. Sebab, dari fenomena pemilu di tahun sebelumnya, masih ada kejadian yang membuat masyarakat tidak paham untuk memberi hak suara sehingga banyak yang golput.
“Kita ingin meningkatkan awareness dengan beberapa materi. Materi dari KPU terkait tahapan penyelenggaran pemilu. Dari PP OTODA terkait prinsip pemilu dan pesan tidak boleh golput. Dari Ketua LBH terkait penyelenggaraan apabila ada pelanggaran,” kata Luna pada beritajatim.com.
BACA JUGA:
KPU Jatim: Logistik Pemilu 2024 Tiba di TPS pada H-1 Coblosan
Sementara itu, Rochani dari Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim menegaskan, pihaknya saat ini memang saat ini mengadakan sharing program dengan berbagai institusi, salah satunya institusi pendidikan, di FH UB. Ini dilakukam dalam rangka menjangkau jejaring sosialisasi lebih luas.
“Termasuk menangkap peluang di mana pemilih pemuda itu ada, salah satunya di kampus. Kami harap informasi yang diperoleh dari sini bisa disebarkan di lingkungannya,” kata Rochani.
Secara umur pada tingkat nasional memang didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial, tetapi belum tentu mereka masuk pemilih pemula. Struktur pemilih ini penting bagi KPU untuk melihat segmentasi pemilih sehingga strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemilih.
“Perlakuan kepada pemilih itu memang harus disesuaikan dengan jenjang umur mereka. Misalnya generasi milenial akrab dengan teknologi maka perlu disesuaikan dengan keakraban itu,” ujar Rochani menutup. [dan/beq]






