Magetan (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Truneng Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggeruduk kantor desa setempat pada Senin (11/12/2023) pagi.
Mereka menuntut agar seleksi perangkat desa formasi kaur perencanaan dan kasi pemerintahan diulang. Mereka meragukan nilai yang didapat oleh dua orang peserta yang merupakan anak perangkat desa dan kepala desa.
Untuk kaur perencanaan ada sembilan orang yang ikut tes. Dari hasil tes tulis, muncul nama Dini Fikri Hayati yang merupakan anak perangkat desa dengan nilai 95,33. Untuk kasi pemerintahan, ada tujuh orang peserta yang ikut tes. Kemudian, muncul nama Fitria Ayu Fatimah dengan nilai 95,99.
Nilai keduanya sangat jauh dari peserta lain yang berada di kisaran 30 sampai 48 saja. Karena itulah, akhirnya warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Truneng pun mempertanyakan kepada pemerintah desa.
Angga Gunarto, koordinator aksi mengatakan, jika pihaknya menggeruduk kantor desa karena merasa ada kejanggalan dalam proses seleksi. Sehingga, yang memiliki nilai terbaik adalah anak perangkat desa dan kepala desa. “Kami meminta legalitas pihak ketiga yang digandeng untuk membuat soal. Karena sejak awal ini tidak transparan begitu lho. Jadi kami meminta seleksi perangkat desa ini diulangi, agar lebih transparan,” kata Angga.
Terpisah, Kepala Desa Truneng Sukirman mengaku pihaknya belum tahu apakah seleksi perangkat desa bisa diulang. Pihaknya, tidak tahu banyak soal aturannya. “Kalau untuk diulang atau tidak, saya belum tahu betul ya. Saya serahkan ke Camat Sukomoro selaku atasan saya secara birokrasi. Ya masyarakat menuntutnya memang diulang,” kata Sukirman.
Dia mengklaim, persoalan ini sudah dimediasi di tingkat desa. Tepatnya sehari setelah tes tulis selesai yakni pada 7 Desember 2023 lalu. “Sudah menerima hasilnya,” klaimnya.
Namun, jawaban kepala desa tak memuskan masyarakat. Mereka lantas wadul ke Camat Sukomoro Kun Ikhwan Hidayat. Warga pun menyarakan uneg-uneg mereka. Pun, mengharap pihak kecamatan bisa bertindak objektif untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami sudah menerima aduan dari masyarakat. Yang katanya seleksi perades nya tidak transparan. Dan ada bebrrapa kejanggalan yang tadi juga disampaikan. Kami dari.kecamatan akan menilik dan bertemu dengan pihak desa, panitia, hingga pihak ketiga yang digandeng panitia,” kata Kun Ikhwan.
“Kami tidak sendiri ya nanti. Jadi ada unsur TNI Polri yang dilibatkan. Kemudian, nanti bagaimana hasilnya, akan kami sampaikan. Utamanya terkait kemungkinan seleksi ulang,” pungkas Kun Ikhwan. [fiq/kun]
BACA JUGA: Makan Ayam, Warga Parang Magetan Tangkap Ular Piton 5 Meter






