Surabaya (beritajatim.com) – Karteker Persebaya, Uston Nawawi tak ingin berkomentar banyak terkait kedatangan Jakmania dan Suporter Bajol Ijo saat laga krusial Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta, Sabtu (9/12/2023) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Mantan pemain Persebaya Surabaya di era 90an ini mencermati dinamika Liga 1 2023/2024. Termasuk insiden yang terjadi di Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu lalu (5/12).
Di ujung pertandingan terjadi bentrok suporter tuan rumah PSIS dengan tim tamu PSS. Laga dihentikan, PSIS lalu dihukum laga home tanpa penonton sampai akhir musim. Uston meyakini, hal itu tidak akan terjadi di Persebaya.
Baca Juga: Akibat Kebakaran Gudang dan Kantor di Sidoarjo, Lazada Merugi Miliaran
”Saya rasa tidak perlu dihimbau atau seperti apa. Saya meyakini Bonek dan Bonita sudah dewasa dan maju sekarang,” kata Uston. ”Semoga pertandingan besok lancar, dan terpenting kita bisa mendapatkan tiga poin,” lanjutnya.
Memang, suporter Persebaya Bonek melakukan banyak kegiatan positif. Di luar lapangan menggelar sejumlah kegiatan kemanusiaan. Terutama saat terjadi bencana alam.
Di lapangan pertandingan, Bonek mampu menginisiasi sejumlah aksi perdamaian dengan kelompok suporter lain. Termasuk dengan Persija beserta suporternya.
Dalam pertandingan melawan Persija di Gresik musim lalu, tim Persija untuk kali pertama setelah sekian lama bisa datang ke stadion dengan baik bus bukan kendaraan lapis baja. Sejumlah suporter Persija, Jakmania, saat itu juga bisa datang ke stadion dengan aman.
Tidak hanya itu, musim ini Bonek juga bisa membuktikan kedewasaan mereka dengan memastikan keamanan tim Arema FC. Mereka bisa datang ke Stadion GBT dengan naik bus, tidak naik kendaraan lapis baja seperti musim-musim sebelumnya.
Baca Juga: Diposisikan Bek Kanan oleh Pelatih, Kasim Botan Akui Butuh Adaptasi
Musim ini, selain insiden di Stadion Jatidiri, juga terjadi sejumlah insiden lain. Di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik dan Indomilk Arena Tangerang sejumlah suporter diamankan pihak kepolisian karena terlihat kericuhan.
Ada kekhawatiran, jika insiden terus terjadi, Liga Indonesia dihentikan. Karena saat ini liga berjalan bersamaan dengan masa kampanye Pilpres 2024. (Way/ian)






