Tuban (beritajatim.com) – Viral di media sosial, video rumah seseorang di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban dialiri kotoran tinja air sedot Water Closet (WC). Kasus ini telah berakhir damai.
Diketahui peristiwa tersebut telah terjadi pada satu minggu yang lalu dan baru viral beberapa hari ini, terlihat dalam video yang beredar di depan rumah milik Sumasri (57) itu terlihat air kotor berwarna hitam pekat membanjiri lahan depan rumahnya.
Saat dikonfirmasi, Muji Martono (47) warga setempat itu sedang membersihkan WC dengan menyewa jasa sedot WC. Lalu, saat penyedotan dilakukan ke tangki kendaraan penampungan tinja, ternyata tangki tersebut tidak muat dan akhirnya meluber sampai ke rumah milik Sumasri.
Pasalnya, rumah korban yakni Sumasri berada di bawah, sedangkan rumah Muji Martono berada diatas. Kondisi itu dikarenakan geografis tanah perbukitan, sehingga saat kotoran tinja itu meluber, langsung mengalir ke rumah Sumasri yang ada di bawah.
Karena hal itu keduanya timbul percecokan, sebab korban merasa dirugikan oleh adanya penyedotan WC yang dilakukan oleh Muji Martono.
BACA JUGA:
Pria Asal Tuban Gantung Diri Usai Lecehkan Anak Bawah Umur
“Awalnya saya gak tahu tiba-tiba kok ada air warna hitam datang dari atas. Kirain saya air biasa, ternyata kotoran tinja,” ujar Setyowati (32) anak Sumasri.
Seketika, ia berteriak meminta untuk mematikan keran tangki dari sedot WC tersebut, karena pekarangan rumahnya sudah terpenuhi air kotoran tinja. Namun, pihak jasa tidak mematikan. Sehingga, air kotoran tinja itu tetap mengalir deras ke rumah Sumasri.
Menurutnya, penampungan air tinja milik Muji Martono sangat meresahkan warga atau tetangga yang lain, sebab rumah miliknya berada di atas dan kondisi di bawahnya banyak rumah-rumah tetangga.
“Ya sangat mengganggu, percuma kalau penampungan ditaruh di situ. Kan nanti meluber lagi. Kasihan warga yang rumahnya ada di bawah,” terang dia.
Akibatnya, sekeluarga Sumasri rela membersihkan kotoran tinja tersebut yang ada di pekarangan dan teras rumahnya karena tidak kuat dengan baunya.
BACA JUGA:
Pertemuan Kaesang-Habib Husein Ar-Ridwan di Tuban Berlangsung Tertutup
Disinggung soal pertanggung jawaban dari pihak keluarga Muji Martono, Setyowati mengungkapkan bahwa keluarganya meminta maaf dan bilang tidak sengaja. Namun, permintaan maaf itu dinilai setengah hati dan justru mengancam.
Karena tidak ada titik temu, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Banyuurip mempertemukan keduanya dan di mediasi bersama Forkopimcam Senori. Usai, di mediasi, kedua belah pihak yang berseteru sepakat berakhir damai dan keduanya mengaku salah dan saling memaafkan.
Kapolsek Senori Kompol Ali Kanafi menjelaskan, bahwa keduanya sudah di damaikan oleh Pemdes dan sepakat saling meminta maaf satu sama lain.
“Kami pertegas lagi kedua belah pihak membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang sama,” tutur Kapolsek Senori.
Tak hanya itu, pihak Kepolisian juga menjamin keselamatan keluarga korban Sumasri yang merasa mendapat ancaman dari keluarga Martono pasca-terjadinya luberan kotoran tinja tersebut.
“Kalau ancaman kepada keluarga korban tidak ada. Sebab yang bersangkutan (Martono) sekalian permohonan maafnya juga menyangkut ancaman itu,” pungkasnya. [ayu/beq]






