Blitar (beritajatim.com) – Warga Dusun Semanding, Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar kembali menanam pohon pisang di jalan rusak sepanjang 1 Kilometer. Mereka menagih janji Pemerintah Kabupaten Blitar untuk memperbaiki jalan.
Aksi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh warga desa setempat selama kurun waktu 3 bulan terakhir. Warga sengaja kembali melakukan aksi tanam pohon di jalan sebagai bentuk protes sekaligus menagih janji Pemerintah Kabupaten Blitar tentang perbaikan jalan.
Menurut warga saat aksi pertama pada akhir bulan April lalu, Pemkab Blitar menyepakati akan melakukan perbaikan atau penambalan jalan berlubang dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Namun hingga memasuki bulan Juni jalan antar desa tersebut tak kunjung diperbaiki.
“Sebelumnya pada waktu aksi pertama itu ada respon katanya dalam satu bulan lagi akan ada respon atau perbaikan tapi ditunggu hingga sekarang tidak ada apapun perubahan jadi masyarakat kembali menanami jalan ini dengan pohon,” kata Mulyono, salah satu warga Dusun Semanding, Rabu (28/6/2023).
Baca Juga:
Jalur Tambang Pasir di Blitar Ditanami Pohon Pisang
Jalan yang rusak ini memiliki panjang kurang lebih 1 kilometer. Kondisi jalan sendiri berlubang dan sering menimbulkan kecelakaan.
Jalan ini juga merupakan akses utama yang menghubungkan dua desa yakni Desa Bangle dan Kelurahan Garum Kabupaten Blitar. Kondisi jalan yang berlubang semakin membahayakan saat hujan tiba karena lubang jalan akan berubah menjadi kolam yang bisa menimbulkan kecelakaan.
“Ya kondisinya gini Mas berlubang-lubang semua ini sudah lama dan katanya ada perbaikan tapi sampai sekarang juga belum ada realisasinya,” ucapnya.
Baca Juga:
Puluhan Warga Blitar Padamkan Api Membakar Rumah Perangkat Desa
Masyarakat desa setempat pun meminta agar pemerintah Kabupaten Blitar segera melakukan perbaikan di sepanjang jalan yang rusak tersebut. Mereka mengancam akan menutup jalan sepanjang 1 km tersebut jika tidak ada perbaikan.
Langkah ini akan ditempuh oleh warga demi meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat jalan berlubang. Selain itu dengan langkah tersebut dirasa mampu untuk mencegah terjadinya penambahan jalan yang rusak akibat dilewati kendaraan berat.
“Kami meminta untuk segera diperbaiki kalau tidak ya ya udah biarin gini aja pohon-pohon ini biar jalannya nggak tambah rusak,” tegasnya. [owi/beq]






