Surabaya (beritajatim.com) – Politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyambangi Sekretariat DPD Organda Jatim di wilayah Joyoboyo, Kecamatan Wonokromo Surabaya. Ia mendengar keluhan dari segenap pengurus Organda.
Dalam pertemuan itu, Anggota DPR RI periode 2014-2019 ini ditemui langsung Ketua Organda Jatim Firmansyah Mustafa dan Ketua Organda Surabaya Sunhaji Ilahoh beserta jajarannya.
Pertemuan yang berlangsung gayeng selama 3 jam lebih itu, Bambang Haryo lebih banyak menyerap aspirasi pengurus Organda Jatim.
Salah satu masalah krusial yang disampaikan Organda adalah kelangkaan BBM jenis solar subsidi di Jawa Timur, terutama di kawasan Pantura dan Tapal Kuda.
BACA JUGA:Persepam Kembali Incar Poin Saat Melawan Perseba Bangkalan
Menjawab keluhan itu, pemilik sapaan akrab BHS ini langsung menghubungi Kadishub Provinsi Jatim Nyono dan Dirjen Migas via telepon.
“Beliau akan membantu persoalan ini dengan baik untuk realisasi penambahan kuota. Tidak hanya itu, saya juga telepon ke Dirjen Migas, dan beliau menyanggupi untuk mempercepat penambahan kuota, sehingga akhir tahun ini Organda tidak kesulitan bahan bakar,” ujar BHS.
Bahas Terminal Intermoda Joyoboyo
Alumni ITS Surabaya ini juga menjawab keluhan terkait Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dan Terminal Tambak Osowilangon (TOW), yang dikeluhkan Ketua Organda Surabaya.
Menurut Sunhaji, Terminal Joyoboyo ini telah diturunkan gradenya dari Tipe B menjadi Tipe C yang kemudian pengelolaannya di bawah Pemerintah Kota Surabaya, sehingga membuat terminal tidak terintegrasi.
Padahal, kata dia, Terminal Joyoboyo ini sebelumnya melayani moda transportasi antarkabupaten antarkota di dalam provinsi. Inilah kemudian membuat pelaku usaha transportasi tidak dapat melayani rute pada terminal ini.
“Sama halnya juga Terminal Osowilangon, seharusnya bertipe A, tetapi diturunkan ke tipe B dan kemudian menjadi tipe C. Dan, saat ini hanya digunakan untuk angkota, semua dikelola Pemkot Surabaya,” kata Sunhaji.
BHS mengatakan, terminal yang ada di Surabaya ini, seharusnya ber-tipe B. Saat ini, masih terminal tipe C. Menurutnya, ini harus dikembalikan ke tipe yang benar.
“Sehingga, ini diharapkan adanya integrasi atau konektivitas transportasi dari antarprovinsi dalam provinsi, lalu dalam kotanya. Itu ada integrasinya, tidak seperti sekarang ini, akhirnya tidak terintegrasi dengan baik. Untuk itu, saya pastikan.akan diselesaikan,” kata BHS yang kini kembali maju sebagai Caleg nomor urut 1 DPR-RI Partai Gerindra Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo).
BACA JUGA:Gandeng PO Bus, Blitar Bahas Trayek Khusus ke Bandara Dhoho
Sementara itu, Ketua Organda Jatim Firmansyah Mustafa mengapresiasi langkah cepat BHS dalam menindaklanjuti keluhan dari rekan-rekan Organda Jawa Timur.
Ia bahkan menegaskan, akan mendukung sepenuhnya BHS yang maju sebagai calon anggota DPR-RI di Dapil Surabaya-Sidoarjo. Bahkan, dia juga menyampaikan seluruh element organda di Surabaya-Sidoarjo siap mendukung dan memenangkan BHS, karena BHS sangat paham tentang dunia transportasi. (Tok/Aje)






