Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) baru, tiga dari Fakultas Teknik (FT) dan satu dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Dengan pengukuhan ini, UB total telah mengukuhkan 354 Profesor, dengan total yang aktif sebanyak 195.
Prosesi pengukuhan bakal dilangsungkan pada Kamis (7/12/2023) di Gedung Samantha Krida. Keempat gubes tersebut, yaitu Prof. Dr. Ir. Anik Martinah Hariati, M.Sc., Prof. Dr.Eng. Donny Harisuseno, S.T., M.T., Prof. Dr. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T., dan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T.
Prof Anik Martinah Hariati menyampaikan orasi ilmiah tentang potensi gagal panen petani tambak yang cukup tinggi. Profesor aktif ke 20 di FPIK ini menemukan metode sinbiotik untuk percepatan masa panen dan meminimalisir pakan udang terbuang percuma.
Baca Juga: Dari Kepala Desa hingga Kepala Dinas Diperiksa dalam Penyelidikan Mobil Siaga Desa di Bojonegoro
Anik Martinah menjadi Profesor aktif ke 192 di Universitas Brawijaya. Ia menjadi Profesor ke 351 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh UB.
Kemudian, Prof Donny Harisuseno menyampaikan orasi tentang pengelolaan air hujan. Ia berusaha memadukan sistem drainase yang dipadukan dengan tata ruang. Hasil penelitiannya ini, membuat air hujan tidak lagi berubah jadi banjir ataupun bencana lain.

“Saya menemukan system Hybrid G2l (green gray infrastructure). Sistem ini mampu mendukung terwujudnya ketahanan air perkotaan yang tangguh,” ungkap Donny Harisuseno, Profesor aktif ke 23 di FT.
Donny menjadi Profesor aktif ke 193 di UB. Ia menjadi Profesor ke 352 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan UB.
Baca Juga: Pemuda Asal Oku Sumsel Jadi Otak Pembunuhan Warga Desa Pranti Gresik
Sementara itu, masih dari FT, sebagai profesor aktif ke 24 fakultas, Prof Femiana Gapsari Madhi mengemukakan terkait Teknologi nano komposit dari limbah organik (TKO). Menurutnya, penggunaan TKO sebagai inhibitor dan pelapis anti korosi menawarkan solusi menjanjikan untuk tantangan yang dihadapi industri.
“Penggabungan TKO juga mampu memberi performa pelapisan yang tinggi dan perlindungan korosi lebih unggul,” ungkap Femiana Gapsari yang menjadi Profesor aktif ke 194 di Universitas Brawijaya. Ia menjadi Profesor ke 353 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB.
Terakhir, Guru Besar yang dikukuhkan adalah Prof Slamet Wahyudi. Dalam pidatonya, ia menjelaskan temuannya tentang metode mujarab untuk mengatasi penyakit kanker bernama terapi hipertermia Teknologi Microwave Abiation (TMA).
“Terapi TMA ini mampu mengurangi kerusakan sel-sel sehat dan memastikan penggunaan TMA aman dan tanpa resiko,” ungkap Slamet Wahyudi, yang menjadi Profesor aktif ke 25 di FT dan ke 195 di Universitas Brawijaya. Ia kemudian menjadi Profesor ke 354 dari seluruh Profesor yang dihasilkan oleh UB. (dan/ian)






