Gresik (beritajatim.com)– Kasus kematian ibu dan anak menjadi salah satu fokus penanganan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik. Untuk menekan kasus tersebut, melalui puskesmas, calon ibu hamil hingga para ibu hamil (bumil) didampingi agar selama kehamilan persalinannya dalam kondisi normal.
Salah satu puskesmas yang gencar meminimalisir kematian ibu dan anak. Yakni, Puskesmas Gending, melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Para ibu hamil didampingi secara berkala oleh tim dari puskesmas.
“Kami terus mengkedepankan edukasi kepada calon ibu sampai bumil agar ketika saat mengandung dalam kondisi sehat hingga persalinan nanti,” ujar Kepala Puskesmas Gending, Widyaningsih, Rabu (6/12/2023).
BACA JUGA:Praktisi Unisma: Kemdikbudristek Baca Hasil PISA dengan Kritis
Ia menambahkan, selain edukasi, pihaknya berencana menggandeng sejumlah stake holder terkait untuk kendaraan khusus bumil. Kendaraan itu harus ada untuk jaga-jaga ketika bumil berangkat bersalin.
Dokter mantan Kepala Puskesmas Industri itu menyebut agar pendampingan berjalan efektif, setiap rumah bumil ditempeli stiker. Hal ini memudahkan para bidan dalam memantau kondisi bumil.
“Dengan cara itu di hari pertama kehamilan langsung ditempel stiker menandakan bahwa rumah tersebut ada bumil,” imbuhnya.
Masih menurut Widyaningsih, saat ini pihaknya sedang gencar mendorong donor darah. Namun, kegiatan ini sedikit menemui kendala. Penyebabnya tidak semua bumil bersedia donor darah.
“Bumil resiko tinggi jumlahnya masih banyak. Kondisi seperti ini membuat bumil beresiko mengalami berbagai masalah ketika masa kehamilan maupun saat persalinan,” paparnya.
BACA JUGA:Bercanda Bawa Bom, Penumpang Pesawat Pelita Air Diamankan Petugas Bandara Juanda
Sementara itu, Kepala Dinkes Gresik, dr Muakibatul Khusna menyatakan untuk menjaga bumil tetap sehat. Dianjurkan memeriksa perkembangan kehamilan secara berkala. Setidaknya 6 kali.
“Minimal 6 kali periksa, agar bidan mengetahui perkembangan kehamilannya,” tandasnya. (Dny/Aje)






