Malang (beritajatim.com) – Yulita Nawangsari melewati perjalanan yang cukup berliku pada jenjang karirnya. Perempuan asal Singosari, Kabupaten Malang ini justru memulai karirnya dari seorang menjadi SPG di salah satu toko sepatu.
Perjalanan karir tersebut dimulai pada masa pandemi Covid-19. Perempuan berusia 21 tahun ini memilih untuk bekerja setelah lulus SMA.
“Sebelumnya, waktu kelas sebelas SMA, saya jualan churros. Nah, setelah lulus SMA, saya menjadi SPG untuk berjualan sepatu selama kurang lebih tiga bulan,” kata dia.
Kemudian, Yulita mendaftar beasiswa unggulan untuk melanjutkan studinya. “Jadi, saya menemukan informasi beasiswa melalui TikTok. Kemudian saya daftar dan lolos. Jadi, selama kuliah, semua free,” kata perempuan kelahiran 2001 ini.
Yulita menguraikan, ia juga sempat mendaftar kerja di sebuah kafe dan menjadi barista. “Itu struggle banget karena waktu covid juga ini selama enam bulan. Lalu pindah cafe jadi kasir selama tiga bulan,” kata Yulita.
Setelah itu, ia memutuskan untuk resign karena mengikuti sebuah kompetisi , yaitu ajang yang diselenggarakan oleh Dinsos – P3AP2KB dan ia masuk dalam daftar 10 besar finalis pemilihan Duta Genre Kota Malang tahun 2021.
“Kemudian, saya mendapat kesempatan dari Disporapar Jawa Timur untuk mengikuti pertukaran pemuda antar negara. Kompetisinya waktu itu Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Namun waktu itu belum lolos, tapi itu tidak membuat saya berhenti malah menjadi titik balik menggugah semangat saya untuk dapat mengikuti dan lolos di exchange programe lainnya,” papar dia.
Seiring berjalannya waktu, singkat cerita, karirnya kemudian berubah. Ia mendaftar sebagai student ambassador di social commerce. Pelan tapi pasti, posisinya terus beranjak naik dan saat ini Yulita dipercaya sebagai Business Development.
“Dimanapun saya berada, saya mau belajar,” kata dia.
Menurutnya, ia mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang berharga saat menapaki karir.
“Bagi saya, ini tantangan, gimana bisa menghadapi orang dan making decision Selain itu, saya juga belajar bertanggung jawab sama kerjaan. Meskipun WFH harus on time. bekerja dengan team work dan Memiliki komunikasi skill dan public speaking yang baik,” sambung dia.
Baca Juga: Yulita Nawangsari asal Malang, Berawal dari Barista Jadi Business Development Startup
Salah satu cara untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat, ia membuat to do list dan akan dicentang.
“Harus disiplin sama diri sendiri, sesuai dengan to do yang saya buat. Serta, belajar untuk membagi waktu,” papar dia.
Ke depan, Yulita mengaku ingin menjadi womenpreneur di bidang es krim atau gelato. Kemudian, menjalani karir menjadi dosen dan mengejar pendidikan magister hingga luar negeri.
Ia memiliki motto untuk percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Sebab, hal tersebut bisa membuat kita terhindar dari orang yang akan mematahkan mimpi kita.
“Menjadi bermanfaat itu nggak harus jadi siapa-siapa. Jadi diri sendiri dengan kemampuanmu sendiri sudah cukup,” papar dia.
Pada kesempatan tersebut, ia berpesan kepada generasi muda agar bisa mengejar mimpinya.
“Kalo punya mimpi harus dikasih nyawa biar hidup, dan cari sebanyak-banyaknya peluang karena peluang itu bisa membawa kamu menemukan dirimu sendiri. Cari semua beasiswa entah indo atau internasional karena bisa membuat kamu grow up dan jadi lebih berkembang juga,” tandas dia. (ted)
==============
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






