Bojonegoro (beritajatim.com) – Air bercampur lumpur, sampah dan reranting mengalir deras menerjang jalan, rumah, hingga lahan persawahan.
Peristiwa banjir bandang itu terjadi usai turun hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, kemarin sore.
Banjir bandang terjadi di kawasan sekitar hutan di Kabupaten Bojonegoro. Pertama di Desa Ngunut, Kecamatan Dander. Sedikitnya ada 12 RT yang terdampak banjir bandang dengan ketinggian air sedalam kurang lebih 60 cm. Selain memasuki rumah, banjir juga masuk di fasilitas ibadah, seperti masjid.
“Banjir bandang mulai datang ke desa kami pukul 17.00 WIB. Terjadi selama sekitar sepuluh menit,” ujar Topan Widodo, saat sedang membersihkan lumpur yang tertinggal di masjid saat banjir telah surut, Jumat (1/12/2023) malam.
Baca Juga: Banjir Bojonegoro, Warga Terdampak Dievakuasi
Menurut pria yang juga merupakan salah seorang anggota SAR Elang Bengawan Rescue itu mengungkapkan, banjir bandang di desanya itu diduga terjadi karena kawasan hutan di wilayah hulu mulai gundul. Sehingga, air dari kawasan hulu langsung mengalir ke sungai bersama lumpur dan meluap.
Kemudian banjir di RT 06 – RT 09 Desa Butoh Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Banjir bandang di Kecamatan Ngasem itu berasal dari luapan sungai Gandong. Hujan yang berlangsung sekitar 3 jam menyebabkan air meluap hingga ke permukiman warga dan lahan pertanian.
“Sekitar 8 rumah, 1 jembatan hanyut dan tanaman jagung sekitar 20hektar yang terdampak banjir setinggi 50 cm itu,” ujar Kepala Dusun Ngembul, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Sugianto, Sabtu (02/12/2023). [lus/ted]






