Madiun (beritajatim.com) – Beredar video sejumlah orang mengaku kader PDI Perjuangan wilayah Mataraman mendeklarasikan dukungan pada Prabowo-Gibran.
Video itu diunggah dalam akun TikTok @wayahe.prabowo pada Kamis (30/11/2023). Video diawali dengan salah seorang pria berbaju PDIP mencoblos spanduk bergambar Paslon Capres Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Kita bergerak berjuang untuk menang,” kata pria yang mencoblos spanduk besar bergambar paslon capres cawapres nomor urut 2 itu.
“Hari ini kita telah mengambil sebuah pilihan bersejarah dengan keyakinan penuh sebagai kader dari simpatisan PDI Perjuangan memberikan dukungan penuh kepada calon presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan wakil presiden Mas Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2024 mendatang,” kata pria itu dalam video.
@wayahe.prabowoDeklarasi Kader & Simpatisan PDI Perjuangan Dukung Prabowo-Gibran♬ suara asli – 2024 Wayahe Prabowo-Gibran
Dalam video, pria itu adalah Wardi Suprianto yang disebut sebagai koordinator kader dan Simpatisan PDIP Jawa Timur.
“Hari ini saya menghadiri deklarasi kader simpatisan PDI Perjuangan terhadap dukungan Prabowo Gibran. Saya kira Pak Gibran itu adalah sosok yang lebih pantas daripada Ganjar sama Mahfud MD. Gambaran saya bahwa itu memang sosok yang paling tepat terhadap rakyat Indonesia yang beragam ini. Kalau dipimpin oleh orang-orang yang sekarang nasionalis, orang-orang yang mengerti orang-orang yang paham akan kesulitan masyarakat pada umumnya. Semoga Pak Prabowo jadi Presiden Republik Indonesia dan menerapkan apa yang telah dicita-citakan Pak Jokowi baik secara fisik maupun secara program-program yang belum bisa dilaksanakan semuanya,” lanjut Wardi Suprianto.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Hadiri Rakornas TKN-TKD di Jakarta
Dengan adanya video itu, Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDIP Jatim Budi Kanang Sulistyono mengaku sudah bertindak.
“Buat kami, hal ini kegiatan-kegiatan semu PSI War. Hal seperti ini pernah terjadi 27 Juli 1996 dimana kami diserang oleh oknum-oknum yang menyaru sebagai kader dan simpatisan. Mungkin benar kata Ibu Mega soal Gaya Orde Baru muncul lagi,” kata mantan Bupati Ngawi itu.
Kanang menyebut pihaknya sudah menyebarkan video itu pada seluruh DPC di Jawa Timur. Bahkan, menugaskan tiap anghota DPC untuk menemukan oknum-oknum seperti dalam video.
“Kami tugaskan agar harus menemukan sampai alamatnya oknum ini. Kemudian kami akan lihat, apakah masuk ranah hukum atau ranah internal,” pungkasnya.
Di media sosial TikTok, video tersebut mendapatkan respons warganet. Yakni dengan 359.500 suka, 19.400 komentar, 8732 kali dibagikan, dan 17.000 orang memfavoritkan video tersebut. [fiq/ted]






