Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengimbau kepada masyakarat untuk waspada bencana hidrometeorologi. Menyusul musim hujan sudah mulai terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Memasuki musim penghujan di Kabupaten Mojokerto, kami imbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Jumat (1/12/2023).
Sejumlah potensi bencana perlu diwaspadai, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem maupun angin kencang. Akibat potensi bencana tersebut bisa menyebabkan puting beliung yang diikuti pohon tumbang atau banjir bandang karena curah hujan.
“Untuk itu, kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak membuang sampah sembarangan karena bisa mengakibatkan penyumbatan aliran sungai dan menyebabkan banjir. Selain itu, agar rutin membersihkan saluran-saluran air di wilayah lingkungan sekitar,” katanya.
BACA JUGA:
Jalur Ganda Kereta Api Sepanjang-Mojokerto Resmi Beroperasi
Apabila turun hujan, masih kata Khakim, masyarakat dihimbau agar tidak berteduh di bawah pohon, reklame dan baliho. Sehingga pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang ada di pinggir jalan karena beresiko tumbang dan patah.
Terkait hal ini, kami berkoordinasi dengan dinas terkait. Seperti kemarin, di wilayah Kecamatan Pacet terjadi hujan disertai angin kencang yang berdampak pada pohon tumbang. Ini karena faktor cuaca dan terlalu rimbun dan kontur tanah di lokasi yang gembur sehingga saat hujan dan angin kencang rawan,” ujarnya.
Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada musim hujan yang berpotensi menyebabkan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang. Saat ini, pihaknya mulai memetakan wilayah di Kabupaten Mojokerto yang rawan bencana hidrometeorologi.
BACA JUGA:
Pohon dan Warung di Pacet Mojokerto Roboh Diterjang Angin
Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (30/11/2023) kemarin. Setidaknya ada tiga titik pohon tumbang dan warung semi permanen yakni Desa Tanjungkenongo, Bendunganjati dan Warugunung.
Hujan deras disertai angin kencang terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Di Desa Tanjungkenongo, sebuah pohon jenis sengon dengan diameter 30 cm tumbang diterjang angin. Di Desa Bendunganjati, pohon ambar dengan diameter 80 cm juga tumbang.
Sementara di Desa Warugunung, ada dua pohon yakni pohon jenis pengon dan mahoni. Dahan dengan diameter 25 cm tersebut menimpa kabel Penerangan Jalan Umum (PJU). Selain itu, dua warung semi permanen di Desa Warugunung turut roboh dihempas angin. [tin/beq]







