Ponorogo (beritajatim.com) – Pertengahan November lalu, 1 unit truk tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, terpaksa dikandangkan akibat kerusakan pada ban. Truk kian memprihantikan lantaran mangkrak akibat BPBD Ponorogo kekurangan anggaran untuk perbaikan.
“Karena mengalami kerusakan, truk tangki pengangkut air bersih ke dusun-dusun yang mengalami kekeringan akhirnya terpaksa kita kandangkan,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun, Jumat (01/12/2023).
Masun menjelaskan, sebenarnya ada 3 truk tangki yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke 15 dusun terdampak kekeringan. Namun, sejak pertengahan November 2023, 1 truk mengalami kerusakan sehingga hanya 2 truk yang dapat digunakan untuk dropping air bersih.
“Hingga saat ini untuk dropping air bersih hanya pakai 2 truk tangki,” katanya.
BACA JUGA:
Pengemis Terjaring Satpol PP Ponorogo Ngaku Nginap di Hotel
Sebelum mengalami kerusakan, 1 truk tangki biasanya melakukan dropping air bersih di dua titik. Namun karena ada satu armada yang rusak, truk lainnya harus mengirimkan air bersih di 3 lokasi terdampak kekeringan.
Meskipun begitu, pihak BPBD Ponorogo tetap berkomitmen untuk menyediakan air bersih bagi warga terdampak kekeringan menggunakan alat yang ada.
“Sudah masuknya musim hujan ini, semoga kekeringan ikut berakhir,” katanya.
Masun mengakui bahwa truk tangki yang digunakan saat ini, merupakan hibah tahun 2011 dan telah digunakan selama 13 tahun. Sebelum adanya pemberitahuan dampak El Nino, BPBD Ponorogo sudah melakukan perawatan rutin pada ketiga kendaraan tersebut.
BACA JUGA:
Bocoran Bupati Sugiri, Gus Iqdam Isi Pengajian di Ponorogo
Namun, dampak El Nino membuat musim kemarau agak lebih panjang dari biasanya. Sehingga BPBD Ponorogo pun berusaha maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak. Meski dalam kenyataannya, petugas mengalami sejumlah kendala, selain anggaran juga kondisi kendaraan yang sudah cukup tua.
“Kita berkomitmen untuk tetap memenuhi kebutuhan air bersih bagi daerah di Ponorogo yang terdampak kekeringan,” pungkasnya. [end/beq]






