Sidoarjo (beritajatim.com) – Cak Hud atau Hudiyono, mantan Penjabat Bupati (Pj) Sidoarjo membeber tips menjaga kebugaran. Menurutnya, itu bisa dilakukan oleh banyak orang dengan olahraga apapun. Terpenting beraktivitas dan keluar keringat. Meski hanya 10 menit sampai 20 menit jika dilakukan setiap hari membuat stamina dan imun tubuh lebih kuat dan meningkat.
“Sesibuk apapun, jaga imun tubuh agar stamina terus terjaga dan tubuh menjadi kuat, harus dilakukan meski durasinya beberapa menit,” ucap Cak Hud, sapaan akrabnya, Minggu (26/11/2023).
Mantan Kabiro Kessos Setdaprov Jatim menambahkan, seperti jaga kesehatan dengan patuh protokol kesehatan, tetap dilakukan. Mulai cuci tangan, biasakan jaga lingkungan tetap bersih juga penting dilakukan. “Meski covid dirasa sudah lewat, hal-hal yang menyangkut untuk menjaga kesehatan, harus tetap dilakukan oleh semua orang,” tuturnya
Dalam menjaga imun, caleg nomor 2 dari Partai Demokrat untuk Dapil Jatim 2 (Sidoarjo) itu menyebutkan, ada dua olahraga yang digemarinya. Yakni pertama tenis meja kemudian yang kedua adalah olahraga berkuda.
BACA JUGA: Hudiyono Kadis Budpar Pemprov Jatim Jadi Saksi Dugaan Korupsi DAK
“Ada dua olahraga yang saya gemari, selain olahraga tenis meja, juga olahraga berkuda. Olahraga berkuda ini cocok bagi siapa saja, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Seperti saya yang usianya lebih dari 50 tahun masih senang memacu adrenalin dengan naik kuda keliling lapangan,” terangnya.
Disela-sela kesibukannya sebagai caleg di Pemilu 2024, pria yang akrap disapa oleh Cak Hud itu masih menyempatkan waktu untuk melakukan olahraga berkuda di lapangan kuda Yussar Stable, Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin.
Tampak di lapangan, dalam olahraga berkuda Cak Hud dengan santai menaiki kuda poni kesukaannya. Kuda dengan postur tinggi tersebut diajak keliling lapangan, dan sesekali kuda lari agak kencang karena tali pacu ditarik agak kuat oleh Cak Hud.

berebutan foto dengan Cak Hud
Dengan mengenakan atribut lengkap khas baju atlet berkuda, mulai dari, sepatu booth, rompi dan helm untuk melindungi kepala. Standar safety (standar keselamatan) dalam olahraga berkuda wajib dilakukan di Yussar Stable.
“Berkuda selain menjaga kebugaran juga menaikkan imun agar tidak mudah terserang penyakit,” imbuh mantan Kadis Kominfo dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim itu.
Pejabat asli Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin itu menjelaskan, berkuda itu merupakan sejarah transportasi di Indonesia sebelum ada kendaraan dan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Dulu kuda itu banyak milik rakyat, sekarang menjadi peliharaan dan untuk latihan lomba.
BACA JUGA: Cabor Berkuda Kabupaten Kediri Raih Medali Perunggu Porprov Jatim VIII
“Berkuda itu cara membangun komunikasi antara alam, kuda serta penunggangnya. Kuda kalau dinaiki atau didekat orang yang tidak dikenal, kadang juga berontak. Tapi kalau sudah kenal, kuda akan turuti perintah penunggangnya,” urainya.
Seperti diketahui, Yussar Stable termasuk salah satu Destinasi Wisata dan satu-satunya wisata berkuda di Jatim, dan pernah diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sekolah berkuda Yussar Stable menyediakan 22 kuda untuk umum. Tempat ini tiap hari ramai pengunjung terutama hari libur Sabtu dan Minggu. Mulai pagi hari sampai sore banyak warga yang datang. Siang hari kuda di istirahatkan. Baru dilanjutkan setelah jam 15.00 sore WIB. [isa/suf]
.






