Malang (beritajatim.com) – Simpati dari warga Indonesia untuk Palestina makin berdatangan. Mulai dari demonstrasi, kecaman, bakar bendera Israel, sampai dalam bentuk sumbangan ataupun donasi. Salah satu simpati juga dilakukan oleh pegawai dan guru honorer di Malang.
Sumbangan beragam bentuk ini mulai dari obat-obatan, makanan, pakaian, juga uang tunai. Kedekatan historis antara warga Indonesia dengan rakyat Palestina, terjalin sejak lama di era Presiden Soekarno. Bahkan Palestina adalah salah satu bangsa yang mengakui kemerdekaan Indonesia sejak awal.
Untuk meringankan beban rakyat Palestina usai dibombardir pasukan Israel, Komunitas Pegawai dan Guru Honorer yang tergabung dalam Forum Honorer PGRI Cabang Poncokusumo Kabupaten Malang, Rabu (22/11/2023) hari ini, mengumpulkan donasi khusus berupa uang tunai hingga mencapai lebih dari Rp32 Juta.
Donasi dari ratusan pegawai dan guru honorer ditempat itu, langsung diserahkan dan diterima langsung Ketua Baznas Kabupaten Malang, KH. Dr. Khoirul Khafid Fanani, di kantor Dinas Pendidikan Koorwil Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Baca Juga: Bank Jatim-Pemprov Jatim Dorong Ekspor Jawa Timur Lewat Desa Pendulum Devisa dan JXTA
Menurut Khoirul Khafid, bahwa ini adalah sumbangan yang pertama kali diterimanya dari dunia pendidikan di Kabupaten Malang, baik itu dinas maupun PGRI.
“Apalagi ini dari para Honorer, sangat bagus. Semoga menjadi amal baik dan tauladan umat,” kata Khoirul.
Sementara itu, Eko Wahyudi, Ketua Forum Honorer, menambahkan, jika penggalangan dana seperti ini sudah sering dilakukan. Dia juga menerangkan, bahwa jumlah anggotanya sebanyak 117 honorer yang terdiri dari guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) yang ada di Kecamatan Poncokusumo.
Jumlah dana yang diserahkan, menurut Eko, dihasilkan dari keluarga pendidikan di Poncokusumo, mulai dari wali murid, guru, dan semua jajaran pendidik di tingkat Sekolah Dasar Negeri. “Semoga bantuan dari kami bermanfaat bagi rakyat Palestina,” terang Eko.
Baca Juga: Gus Miftah Beber Indikator Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran
Ditempat yang sama, Uyun Nailufar, fasilitator kegiatan ini mengaku bahwa sumbangan tersebut masih tahap awal.
Uyun mengaku, donasi sampai hari ini masih terus bergulir, karena akan ada sumbangan yang dihimpun oleh para guru TK- PAUD yang juga akan disetorkan melalui Baznas.
Ketika ditanya jumlah gaji yang diterima oleh 117 honorer itu, Uyun menerangkan bahwa honor mereka bervariasi antara Rp250 Ribu sampai yang terbesar yaitu Rp800 ribu Rupiah perbulan.
“Bukan penghasilan yang tinggi atau bahkan lebih, akan tetapi semangat untuk membantulah yang tinggi dari kami,” pungkas Uyun. (yog/ian)






