Surabaya (beritajatim.com) – Tangis haru warnai upacara pemberangkatan pemakaman jenasah korban kecelakaan maut KA Probowangi vs Minibus yang terjadi di Lumajang Jawa Timur pada Minggu malam lalu.
Tangis itu pecah di rumah duka salah satu korban, yakni Gatot Hari Cahyono 55 tahun, yang sudah tiba dirumah duka di Jalan Gubeng Surabaya sejak kemarin Senin hingga Selasa siang ini.
Tangis keluarga pecah sesaat jenasah Gatot akan diberangkatkan jenasah ke pemakaman dan tampak rumah duka di penuhi oleh warga yang menyampaikan duka cita.
Satu persatu para pelayat mendatangi peti mati untuk melihat jenasah yang hendak diberangkatkan ke pemakaman. Bahkan seluruh keluarga korban hingga kerabat korban tampak tak kuasa menahan diri hingga menangis sedih melihat jenasah korban yang untuk terakhir kalinya ini.
Kakak kandung korban, Yuswono mengatakan jika pemakaman ini dilakukan hari Selasa sekarang lantaran kemarin keluarga masih menunggu kedatangan dari anak kandung korban yang datang dari luar pulau. Korban di makamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya.
Lebih lanjut kakak kandung korban ini berharap semoga adanya kejadian kecelakaan yang terjadi kemarin tidak terulang kembali. Keluarga berharap perlintasan kereta tanpa palang dapat dibenahi kembali dan tidak ada lagi seperti itu.
Sementara itu Lurah Airlangga Surabaya, Evi Andriani yang mendatangi langsung kediaman dari salah satu korban kecelakaan ini mengatakan jika pihaknya mewakili Pemkot Surabaya turut prihatin dan mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas kejadian ini. Kelurahan Airlangga langsung membantu dan memfasilitasi pemakaman dari Gatot Hari Cahyono, serta memfasilitasi pengurusan akte kematian hingga asuransi dari korban. (ted)






