Blitar (beritajatim.com) – Miris, (Dinas Pendidikan) Disdik Kabupaten Blitar menyebut sejumlah anak di Bumi Penataran paham dengan video porno. Mereka mengaku melihat video porno sejak mereka duduk di bangku SD.
Ada beberapa akses mereka mengetahui tentang video porno tersebut. Sebagian anak menyatakan melihat video porno dari handphone sang kakak. Beberapa diantaranya mengaku mencari sendiri video porno tersebut melalui HP miliknya.
Bahkan ironisnya para murid SD itu, mengaku sudah tahu website yang biasa digunakan untuk menonton video porno.
BACA JUGA:Cabuli Gadis 14 Tahun, Seorang Pria di Sampang Diamankan
Fenomena ini pun tentu sangat miris. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar khawatir jika anak-anak ini terpengaruh dengan apa yang ditontonnya, melakukan perbuatan yang tidak sewajarnya seperti pelecehan seksual.
Atas temuan itu Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar akan menggandeng sejumlah pihak untuk mencari solusi bersama.
“Bahkan tadi ada yang bilang cari di Google, katanya ingin tahu aja, ini kan jadi memang hari ini pencegahan bullying dan pelecehan seksual itu kita sampaikan semua,” kata Kabid Pembinaan SD Disdik Kabupaten Blitar, Wiji Asrori, Minggu (19/11/23).
Fenomena ini ditemukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar saat melakukan uji sampling ke sejumlah sekolah di 4 kecamatan. Saat petugas Dindik melakukan interview ke sejumlah murid, hasilnya mereka mengakui sudah pernah melihat video porno baik dari HP sang kakak maupun miliknya sendiri.
Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar pun menduga fenomena ini bak gunung es. Pasalnya sampling ini masih dilakukan di 4 kecamatan saja, belum ke 668 sekolah dasar yang ada di Kabupaten Blitar.
“Ini fenomena masyarakat kita jadi artinya saya prihatin melihat itu dan saya yakin ini fenomena gunung es, nah ini yang menjadi tanggungjawab bersama, kami minta orang tua juga aktif mengawasi anaknya kami ngotot bagaimanapun kalau tidak didukung masyarakat tidak akan jalan,” tegasnya.
BACA JUGA:Gresik United Kalah, Massa Suporter Ricuh dengan Polisi
Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar pun kini gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah dasar dengan menggandeng sejumlah pihak salah satunya adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Blitar. Diharapkan dengan hadirnya DP3A2KB ini bisa memberikan pemahaman kepada siswa tentang pendidikan seksual pada anak usia dini.
Sehingga anak-anak yang pernah melihat video porno bisa mengetahui efek negatif dari kegiatan tersebut. Selain itu diharapkan dengannya sosialisasi ini bisa mencegah terjadinya tindak pelecehan seksual yang kini marak terjadi.
Disisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar juga meminta agar para orang tua ikut aktif dalam mengawasi anaknya. Kurangnya pengawasan orang tua bisa berbuah fatal seperti anak kecanduan nonton video porno di usia dini.
“Jadi memang ada beberapa orang tua yang juga acuh, jadi kami berharap semua unsur saling bahu membahu menyelesaikan permasalahan ini,” tutupnya.
BACA JUGA:Elf Wisatawan Terbakar di Jalan Plaosan Poncol Magetan
Temuan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ini seolah menjadi indikator atas ungkapan dari Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo yang menyebut usia seks pertama anak-anak di Indonesia telah mengalami kemajuan. Hasto Wardoyo menyebut bahwa 60 persen remaja berusia 16 tahun di Indonesia telah melakukan hubungan badan (seks) untuk pertama kalinya.
Sementara 20 persen lainnya melakukan hubungan seks saat berusia 14-15 tahun. Menurut Hasto, usia hubungan seks pertama anak-anak di berbagai daerah di Indonesia termasuk Blitar mengalami kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini pun tentu harus jadi perhatian bersama. Seks Edukasi utamanya kesehatan reproduksi harus benar-benar diajarkan dan pahamkan ke anak. Namun sayang nya seks edukasi di Indonesia termasuk Blitar masih menjadi hal yang tabu dibicarakan.
“Jujur saja, anak-anak remaja sekarang itu hubungan seks pertama itu maju. Rata-rata sudah berhubungan seks saat usia 16 tahun sampai 17 tahun,” kata Hasto seusai mengikuti acara Program Edukasi dan Intervensi Stunting di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu. (Owi/Aje)






