Tuban (beritajatim.com) – Seorang petani berinisial S (51) tahun asal Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban ditemukan meninggal dunia usai terkena sambaran petir saat sedang membajak lahan persil miliknya.
Kejadian itu bermula saat hujan deras yang disertai petir melanda sebagian wilayah selatan di Kabupaten Tuban, S (51) tahun yang masih berada di sawah pesanggem atau lahan persil miliknya belum juga pulang, sehingga peristiwa naas tersebut tidak dapat terhindarkan.
Salah seorang saksi mata Renu (60) warga setempat menceritakan kejadian bahwa korban S berangkat ke lahannya dengan Renu berniat untuk membajak lahan pesanggem. Namun, sesampainya di lokasi lahan pengelolaan lahan tersebut tiba- tiba turun hujan deras.
“Saat hujan kami berhenti berteduh di gubuk,” ucap Renu. Kamis (16/11/2023).

Karena hujan dirasa kian lebat dan tak kunjung reda, keduanya berniat berangkat pulang. Namun, dalam perjalan pulang tiba-tiba kilatan petir menyambar korban S dan langsung terjatuh. Sedangkan saksi S selamat.
“Kulo (saya) berusaha menolong, tapi korban sudah meninggal dunia,” kata dia.
Kemudian, Renu bergagas pulang dan meminta pertolongan kepada warga lain. Untuk mengevakuasi korban dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Kenduruan.
Baca Juga: Pedagang Keluhkan Pasar Baru Tuban yang Sepi
Pihak Polsek Kenduruan yang mendapat kabar itu langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim medis puskesmas untuk memastikan kematian korban serta mengevaluasi korban.
Kapolsek Kenduruan IPTU Agus Tri wahyudi menjelaskan, pihaknya bersama tim medis telah melakukan pemeriksaan ditubuh korban dan tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan.
“Jenazahnya sudah dibawa keluarga korban, dan menolak untuk dilakukan visum, karena korban segera dimakamkan,” pungkasnya. [Ayu/ted]






