Mojokerto (beritajatim.com) – Prosesi bersih diri air suci dari tujuh sumber mata air warnai Puncak Acara Pekan Budaya Majapahit 2023 di Lapangan Raden Wijaya Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Prosesi bersih diri air suci diikuti oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi.
Air suci diambil dari tujuh mata air yakni dari Pertirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Sumur Upas, Situs Siti Inggil, Petilasan Hayam Wuruk dan Sumber Kahuripan di Kecamatan Trowulan, Situs Watu Ombo Petilasan Tribuana Tungga Putri di Kecamatan Sooko dan Sumber Tetek di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo mewakili Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengucapkan terima kasih kepada DPRD Provinsi Jawa Timur karena Kota Mojokerto dilibatkan dalam Pekan Budaya Majapahit dalam rangka memperingati hari jadi Majapahit ke 730.
“Event Pekan Budaya Majapahit yang diselenggarakan sepekan ini tidak hanya sebagai ikhtiar melestarikan warisan budaya leluhur, namun juga berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Selama sepekan event Pekan Budaya Majapahit dilaksanakan telah dikunjungi lebih kurang 18.897 orang,” ungkapnya, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga:
Berdiri 230 Tahun, Ini Raja-raja Kerajaan Majapahit Mojokerto
Masih kata Ruby, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyambut baik event-event positif yang berdampak langsung dalam mendorong perekonomian masyarakat dan menjadi pengungkit Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kota Mojokerto dengan tiga kecamatan ini didominasi tiga sektor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Yaitu sektor transportasi dan pergudangan hampir 15,19 persen, rekreasi dan sektor pendukung sekitar 14,81 persen serta sektor penyediaan akomodasi makanan dan minuman sekitar 7,75 persen. Dengan berbagai event seperti ini sejalan dengan realisaso RPJMD Kota Mojokerto,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kian mantap memastikan diri sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya,” katanya. Meski Sumber Daya Alam (SDA) Kota Mojokerto diakui minim potensi, namun Pemkot Mojokerto menggali melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan unggul.

“Seperti pelatihan, penguatan dari sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Bagaimana pun warga Kota Mojokerto juga pewaris keturunan dari Majapahit. Untuk pembangunan insfrastruktur yang juga menyokong KSP Trowulan, kami membangun fasilitas wisata bahari yakni Taman Bahari Majapahit,” jelasnya.
Diharapkan dengan pembangunan proyek strategi nasional di sepanjang aliran Sungai Ngotok Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon dapat dimanfaatkan pelaku UMKM di Kota Mojokerto. Melalui upaya tersebut diharapkan menciptakan pelaku usaha baru sehingga laju pertumbuhan ekonomi kian melesat.
Asisten Administrasi Umum Pemprov Jatim, Ahmad Jazuli mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi event Pekan Budaya Majapahit yang digagas oleh DPRD Jawa Timur tersebut. “Pekan Budaya Majapahit tidak hanya uri-uri budaya Majapahit tetapi juga membangkitkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi mengakui, masih banyak kekurangan. “Kekurangan kami di sana, sini masih banyak. Tapi syukur alhamdulilah dengan kerja sama Pemerintah Kota Mojokerto dan lainnya, kegiatan ini sukses. Semoga ini menjadi dampak positif bagi masyarakat Mojokerto,” harapnya.
Mojokerto dipilih menjadi tempat penyelenggaraan Pekan Budaya Majapahit karena di Mojokerto lahirnya kebudayaan nusantara. Dengan kegiatan yang digelar di Mojokerto tersebut, lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) ini, diharapkan membawa dampak yang positif kepada masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.
“Kedepan nanti, pembangunan kita tidak bisa kita orientasikan hanya kepada sumber daya alam saja. Sumber daya alam itu akan habis, contoh Kota Mojokerto tidak mempunyai sumber daya alam tapi apakah rakyat Mojokerto tidak boleh maju? Lalu apa yang dilakukan? Yakni bagaimana sumber daya manusia-nya ditingkatkan dengan meningkatkan kebudayaan yang ada,” pungkasnya.
Baca Juga:
Lomba Nyanting Batik di Mojokerto, Event Lestarikan Warisan Budaya Majapahit
Sebelumnya, para siswi SMAN 1 Bangsal mementaskan Tarian Bedoyo Putri Mojosakto dan teatrikal pembacaan Sumpah Amukti Palapa. Kemudian acara ditutup dengan pemukulan alat musik kendang oleh Ketua DPRD Jatim disambut pemutaran highlight sepekan penyelenggaraan Pekan Budaya Majapahit 2023 dan di akhiri pesta kembang api.
Sekedar diketahui, Pekan Budaya Majapahit 2023 digelar selama sepekan yakni mulai tanggal 10-16 November 2023. Berbagai kegiatan digelar dalam Pekan Budaya Majapahit dalam rangka Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur dan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November. [tin/ted]






