Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan peserta terdiri dari 70 pembatik pemula dan 30 Industri Kecil Menengah (IKM) batik mengikuti Lomba Nyanting Batik di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Event tersebut dalam rangka melestarikan warisan budaya Majapahit, batik.
Ratusan peserta yang mayoritas adalah generasi Z dan emak-emak ini mengikuti Lomba Nyanting Batik dalam event Pekan Budaya Majapahit 2023. Event Pekan Budaya Majapahit 2023 ini digelar DPRD Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam rangka hari jadi Majapahit ke 730.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, salah satu warisan budaya Majapahit adalah batik. Yakni dengan motif khas Majapahit adalah Surya Majapahit, gapura dan sulur. “Ini bagian dari melestarikan warisan budaya diadakan Lomba Nyanting Batik,” ungkapnya, Senin (13/11/2023).
Baca Juga: Viral Video Emak-Emak di Ngawi Bawa Poster Gibran di Sekolah TK, Bukan Kampanye Cuma Ngefans
Masih kata, kegiatan Lomba Nyanting Batik digelar Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) tersebut diikuti 100 peserta. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat melestarikan dan regenerasi budaya membatik.

“Bebas (motif). Semakin banyak yang menggemari produksi batik jadi tidak hanya gemar menggunakan atau berbusana batik, tetapi gemar juga untuk memproduksi. Kalau batik banyak diminati generasi milenial dan Gen Z, tidak hanya sebatas fashion saja tetapi bisa dikembangkan di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menjelaskan, Lomba Nyanting Batik merupakan ikhtiar untuk mengembangkan batik di kota dengan slogan Spirit Of Majapahit tersebut. “Lomba Nyanting Batik ini tidak sekedar menulis maupun menggambar tetapi kita juga menumbuhkan kreatifitas,” tambahnya.
Baca Juga: Viral Video Emak-Emak di Ngawi Bawa Poster Gibran di Sekolah TK, Bukan Kampanye Cuma Ngefans
Dimana, lanjut Ani, di mana di dalam membantik mengambil nilai-nilai Majapahit. Lomba Nyanting Batik tersebut diharapkan sekaligus sebagai regenerasi untuk mempersiapkan mencari bibit-bibit baru dalam pengembangan batik.
“Ada dua kategori, 70 pemula dan 30 kategori perajin batik untuk masyarakat umum di Kota/Kabupaten Mojokerto. Mereka mendaftar dan membawa pulang kain untuk digambar di rumah, bebas gambar motif apa dan hari ini nyanting di sini,” pungkasnya. [tin/ian]
![Lomba Nyanting Batik di Mojokerto, Event Lestarikan Warisan Budaya Majapahit Para peserta Lomba Nyanting Batik di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/VideoCapture_20231113-195556_HrH8onlx0e-1024x576.jpeg)





