Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk puluhan warga terdampak tanah gerak di Dusun Sumber Deaa Tumpuk Kecamatan Sawoo Ponorogo mulai dikerjakan. Pengerjaan huntara ini sudah dimulai sejak seminggu yang lalu, di tanah milik Perhutani di lingkungan Lungur Mojo Desa Tumpuk. Pengerjaan huntara ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari.
“Realisasi pembangunan huntara untuk warga terdampak tanah gerak sudah dimulai sejak tanggal 9 November lalu, ya hampir seminggu berjalan ini,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo Masun, Selasa (14/11/2023).
Pembangunan huntara itu ditargetkan rampung sekitar tanggal 20 Desember 2023, atau 45 hari kalender. Huntara yang akan dibangun sementara sebanyak 42 rumah. “Pengerjaannya 45 hari kalender,” katanya.
Dalam pembangunan huntara tersebut, akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung, seperti Ipal komunal , sanitasi air bersih, dan jaringan listrik dan jalan. Masun memperkirakan bahwa waktu yang paling lama dikerjakan, untuk huntara dan sanitasi airnya. “Sumber mata airnya berada di 500 meter di bawah lokasi huntara. Sehingga harus dipasang sanitasinya,” katanya.
Masun menyebut bahwa kendala yang dihadapi pekerja saat ini ialah akses jalannya. Mobilisasi material harus menggunakan kendaraan yang kecil untuk bisa sampai ke lokasi pembangunan huntara. Musim hujan nantinya juga bisa berpotensi menjadi kendala tambahan.
“Lokasi huntara ini agak tinggi dan medannya terjal, jadi mobilisasi bahan jika menggunakan kendaraan besar pasti tidak mampu. Ya harus menggunakan kendaraan yang lebih kecil. Belum lagi nanti ada kendala lagi jika masuk musim penghujan,” pungkasnya. (end/kun)
BACA JUGA: Peringati HKN ke-59, Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya 6 Pilar Transformasi Kesehatan






