Jember (beritajatim.com) – Persid Jember U17 lolos dari lubang jarum. Kendati kalah telak 0-4 dari Persipro 1954 di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Sabtu (11/11/2023), tim asuhan Sabeq Fahmi Fachrezy ini berhasil lolos dari Grup A ke Babak 16 Besar Piala Suratin.
Persid memastikan diri lolos dengan predikat runner up Grup A, setelah Persikapro Kabupaten Probolinggo mengalahkan Persebo Muda Bondowoso 2-1 dalam pertandingan kedua. Dengan demikian juara grup diraih Persipro dengan poin sempurna 9 setelah menang masing-masing 5-0 atas Persikapro dan Persebo dalam pertandingan sebelumnya.
Persid berada di peringkat kedua dengan 4 poin dari satu kemenangan, satu hasil seri, dan satu kekalahan. Peringkat ketiga diduduki Persikapro dengan 3 poin, dan Persebo menduduki posisi juru kunci dengan 1 poin.
Kendati lolos dari fase grup, kekalahan 0-4 ini menjadi antiklimaks bagi Persid yang tak terkalahkan dalam dua pertandingan sebelumnya. Setelah ditahan imbang 0-0 oleh Persebo Muda dalam pertandingan perdana, Persid bisa menang 2-0 atas Persikapro. Seharusnya mereka hanya butuh hasil seri untuk lolos.
“Seharusnya tadi pertandingan antara Persid melawan Persipro dan Persebo melawan Persikapro dilangsungkan bersamaan waktunya. Tapi kami main lebih dulu pada jam pertama. Syukurlah kami tetap bisa lolos. Persebo butuh kemenangan dengan selisih minimal lima gol untuk bisa lolos, dan justru akhirnya kalah,” kata Sabeq.
Berhasil menuntaskan misi lolos fase grup, Sabeq akan mengevaluasi performa para pemain. “Anak-anak sebenarnya dari segi permainan tidak kalah jauh. Mereka bisa menyerang dan memperoleh peluang. Cuma anak-anak tidak bisa memanfaatkan peluang itu. Penyelesaian akhir perlu diperbaiki,” katanya.
Empat gol Persipro lebih dikarenakan kesalahan pemain Persid sendiri. “Terjadi miskomunikasi, tidak ada yang duel merebut bola. Padahal dari segi kemampuan saya lihat sama kok. Tidak jauh beda. Kami cuma kalah fisik. Anak-anak perlu perbaikan fisik dan mental,” kata Sabeq.
Persid sempat merepotkan Persipro pada babak pertama. “Kami hampir mencetak gol,” kata Sabeq.
Sabeq belum tahu siapa lawan Persid pada babak selanjutnya. “Babak 16 Besar sistem gugur. Saat ini saya lebih berfokus pada persiapan anak-anak. Dari tiga kali pertandingan, saya melihat mental pemain kami naik turun. Mental mereka perlu diperbaiki melalui banyak uji coba,” katanya. [wir]






