Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto bertemu Rektor Iwan Taruna di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (9/11/2023) sore. Mereka mendiskusikan penataan kawasan kampus Kelurahan Tegalboto, Kecamatan Sumbersari.
Hendy didampingi jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD dan Iwan didampingi jajaran pejabat rektorat. “Hari ini kami diundang acaera Ngobras (Ngobrol Bareng Santai) oleh Pak Rektor. Esensinya adalah bagaimana melakukan kolaborasi, sinergi, dan akselerasi untuk mewujudkan wilayah Tegalboto ini menjadi lokasi wisata edukatif yang kreatif dan berbudaya,” kata Hendy, usai acara.
Hendy mengajak semua pihak untuk menengok kondisi kawasam kampus Tegalboto saat ini yang dipenuhi pedagang kaki lima, sistem transportasi jalan, dan pemerataan ekonomi hingga wilayah perkampungan maupun perumahan.
“Wilayah ini dibangun Pak Bupati Abdul Hadi dulu supaya menjadi ‘lahan emas’ seperti di Kuta. Di Kuta, nilai tanah di pinggir pantai dan di dalam kampung sama. Mahalnya sama. Kenapa kok mahal? Added valuenya ada. Di kampus belum merata. Oleh karenanya perlu ditata bareng,” kata Hendy.
Hendy tahu Universitas Jember memiliki banyak pakar. “Tidak mungkin (Pemkab Jember) melakukannya tanpa Unej. Tadi sudah dibuka ruang oleh Pak Rektor untuk lahan parkir, alhamdulillah. Ada (lokasi) PKL yang tertata, walaupun berbayar. Mudah-mudahan berbayarnya tidak terlalu mahal. Insyaallah bisa terjangkau,” katanya.
Berbarengan dengan komitmen Universitas Jember untuk ikut menata kawasan kampus, Pemkab Jember akan menyiapkan lahan untuk PKL yang tidak terlalu jauh sehingga pembeli tetap datang. “Untuk mewujudkan itu, perlu dikaji bersama, perlu duduk bareng, perlu kesepakatan bersama dengan semuanya,” kata Hendy.
Saat ini sistem lalu lintas satu arah (SSA) di empat ruas jalan kawasan kampus, yakni Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip, dan Jalan Riau diberlakukan terbatas pada pagi dan sore. “Tentunya sambil kami mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana untuk menuju SSA,” kata Hendy,
Hendy mengatakan proses penataan kawasan kampus, termasuk PKL, membutuhkan waktu tak sebentar. “Tapi sarana dan prasarana harus kami lengkapi dulu. Ada usulan kepada kami untuk memperbaiki jaring-jaring (bukan jalan utama) kami terima,” katanya.
Hendy berharap kelengkapan dan perlengkapan jalan yang mendukung SSA bisa terealisasi tahun depan. “Nanti kami lihat. Di situ ada PKL yang kami siapkan tempatnya dulu. Selama tempatnya PKL belum siap, kami belum bisa (memberlakukan SSA 24 jam). Karena PKL harus bekerja. Tidak bisa kami menggusur sesuatu karena sesuatu yang lain. Kami cinta PKL,” katanya. [wir]






