Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat menyebut kemiskinan di kota pahlawan Surabaya turun merupakan efek keberhasilan pemberdayaan segitiga emas Tunjungan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat profil kemiskinan di wilayah setempat pada 2023 mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.
Dengan prosentase penurunan sebesar itu, maka penduduk miskin di Surabaya berubah dari angka 4,72 persen menjadi 4,65 persen. Jika ditotal, masih ada lebih dari 136 ribu jiwa dari sebelumnya sekitar 138 ribu jiwa atau berkurang sekitar 1.800 jiwa.
BACA JUGA:Peristiwa Berdarah di Phoenix Club Surabaya, Identitas Pelaku Telah Diketahui
“Yang laling dapat kita rasakan revitalisasi kalan Tunjungan dan sekitarnya. Lihat sekarang Tunjungan hidup kembali sebagai denyut ekonomi kota Surabaya. Pelaku usaha kecil juga mendapatkan ruang di Genteng Besar,” kata Achmad saat dihubungi, Kamis (9/11/2023).
Mantan aktivis GMNI ini juga menyebutkan di kawasan Kalimas, Kecamatan Genteng terdapat Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang masuk dalam kawasan wisata sejarah Peneleh.
Dia berharap agar terus dilakukan pendampingan serta pengembangan sehingga masyarakat memiliki akses ekonomi yang kuat.
“Berbicara ekonomi, juga berbicara keberpihakan. Perlindungan dan pendampingan bagi pelaku UMKM menjadi hal penting untuk memastikan warga Surabaya bisa sejahtera,” tegas Achmad.
Politisi muda ini juga berharap agar di tahun 2024 angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan secara signifikan melalui berbagai program intervensi pemerintah baik berupa pemberdayaan maupun padat karya.(Asg/Aje)






