Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 319 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, menjalani prosesi Yudisium 2023 dan dinyatakan resmi menyandang status sebagai sarjana, Kamis (9/11/2023).
Jumlah tersebut merupakan mahasiswa dari tiga fakultas berbeda, masing-masing Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (EBIS) sebanyak 106 mahasiswa, sebanyak 41 mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin, serta sebanyak 172 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah.
Mereka menjalani prosesi yudisium di Auditorium Perguruan Tinggi yang beralamat di jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, dihadiri Ketua Yayasan Al-Khairat, KH Achmad Mahfud Abd Qodir, jajaran rektorat, para dekan, kaprodi hingga civitas akademika IAI Al-Khairat Pamekasan.
“Yudisium ini merupakan suatu keputusan yang menyatakan bahwa mahasiswa sudah dinyatakan tuntas dari beragam hal maupun kewajiban akademik, mulai dari bidang administrasi hingga beragam jenis kewajiban lainnya,” kata Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh Mahfud.
Baca Juga: Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan Salurkan Bantuan Bagi Warga Palestina
Dengan kondisi tersebut, para peserta yudisium juga dinyatakan secara resmi menyandang status sebagai sarjana sesuai prodi masing-masing. “Jadi dengan begitu, mereka dinyatakan resmi menyandang status sebagai sarjana,” ungkapnya.
Tidak kalah penting, pihaknya juga sangat berharap para peserta yudisium tersebut nantinya dapat mengamalkan bidang keilmuan yang dimiliki, serta selalu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum maupun lingkungan tempat mereka tinggal.
Baca Juga: Ngalap Berkah, MABA IAI Al-Khairat Pamekasan Santuni 20 Anak Yatim
“Jadi dengan status (sarjana) ini, para mahasiswa sudah dinyatakan sudah menyelesaikan program pendidikan di perguruan tinggi, sehingga stratafikasi sosial tentunya juga semakin tinggi,” jelasnya.
Dari itu pihaknya juga menyampaikan pesan agar para mahasiswa khususnya peserta yudisium, agar tidak berhenti menimba ilmu sekalipun sudah berstatus sebagai alumni. Sebab menuntut ilmu, mengembangkan sikap dan keterampilan tidaklah terbatas.
“Oleh karena itu, jangan berhenti belajar, kembangkan sikap dan keterampilan inovatif, sehingga dapat memotivasi dan mendorong pada aspek kehidupan yang lebih bermartabat,” pungkasnya. [pin/ted]






