Blitar (beritajatim.com) – Pemuda di Blitar membuat keputusan nekat dengan keluar dari pekerjaan dan membuka usaha tambal ban online. Tapi siapa sangka, keputusan itu ternyata membawa dampak besar.
Mohammad Mahmud, pemuda asal Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar sukses mendirikan usaha tambal ban online. Di usianya yang masih muda, 23 tahun, dia memilih untuk keluar dari pekerjaan tetapnya sebagai satpam toko baju dengan gaji UMR.
Pemuda lulusan SMK Islam Blitar itu memilih meninggalkan kenyamanan gaji tetapnya dan membuka usaha tambal ban online. Cemoohan dan gunjingan menjadi makanan sehari-hari di awal ia memutuskan untuk membuka usaha tambal ban online.
Namun semua keraguan yang dilontarkan oleh teman hingga saudara itu, justru jadi pelecut bagi Mohammad Mahmud untuk membuktikan bahwa usaha yang ia rintis ini memiliki prospek dan bisa menghasilkan cuan lebih dari pekerjaannya dulu. Selang beberapa bulan, usahanya kian dikenal orang.
Kini rata-rata, Mahmud bisa mengantongi pendapatan Rp100 ribu hingga Rp150 ribu dari usaha tambal ban online tersebut. Pelanggannya bukan hanya dari Kota Blitar namun juga dari luar daerah.
BACA JUGA:
Calon PMI Asal Blitar Korban Penipuan LPK Rp50 Juta
“Rata-rata sekarang ada 5 hingga 6 pelanggan per hari, dan santai kalau ini, kan ini usaha saya sendiri. Jadi saya bosnya dan tidak lagi disuruh-suruh orang, karena dari dulu memang saya ingin mandiri,” kata Mahmud, Kamis (9/11/2023).
Bermodal sepeda motor Suzuki Bravo, Mahmud memberanikan diri membuka usaha tambal ban online. Dalam pelayanannya Mahmud mengedepankan kualitas serta kecepatan.
Namun satu yang benar-benar menjadi kelebihan dari usaha jasa yang ia jalankan ini adalah keramahan dari Mahmud. Sembari mengerjakan tambalan ban, dia selalu berbincang dengan para pelanggannya.
Mahmud tahu kepuasan pelanggan bukan hanya soal kualitas tambalan ban saja. Tetapi juga soal pelayanan dan memperlakukan konsumen dengan baik.
“Kalau pelanggan tetap sekarangs udah ada banyak mas, alhamdulilah berkat doa ibu bapak juga ini, hidup saya itu seperti sudah ditata sama allah, saya bersyukur,” ucapnya.
Sebelum membuka usaha tambal online, sebetulnya Mahmud telah diterima sebagai karyawan perusahan perakitan mobil di Cikarang. Namun, orang tua melarangnya pergi.
Sebagai seorang anak, Mahmud pun mengikuti permintaan orang tuanya itu dan memilih untuk membuka tambal ban online. Berbekal alat seadanya, pada bulan April 2023 lalu, Mahmud kemudian mulai berkeliling Kota Blitar untuk menyebar brosur usaha jasa tambal ban miliknya.
Usaha pantang menyerah yang dilakukan Mahmud pun kini membuahkan hasil. Berkat usahanya kini ia bisa ikut membantu merenovasi rumah kedua orang tuanya.
“Alhamdulilah mas mungkin berkah orang tua juga, meski kelihatannya sepele namun berkat usaha ini justru saya bisa ini (sambil menunjuk rumah yang baru saja direnovasi tersebut),” ucapnya.
BACA JUGA:
Capaian Vaksinasi PMK Kabupaten Blitar Nomor 4 se Jawa Timur
Selama ini pelanggan Mahmud mayoritas adalah pengendara sepeda motor namun tidak jarang ada mobil juga. Jasa tambal ban online ini pun selalu ramai saat malam hari ketika tambal ban konvensional sudah pada tutup.
Di awal mendirikan usaha, Mahmud hanya berpandangan bahwa saat ini semua serba online. Sehingga ia berkeyakinan usaha tambal ban onlinenya pun bisa sukses dan berkembang di masa depan.
“Alhamdulilah, jauh banget (pendapatan) kalau dibandingkan dengan pekerjaaan dulu, dan lebih nyantai serta saya rasa lebih berkah karena saya bisa mendampingi orang tua saya yang saat ini sudah memasuki usia lansia,” ceritanya sembari tersenyum bahagia.
Biaya operasi usaha jasa tambal ban online ini juga cukup murah. Dalam sehari Mahmud hanya mengeluarkan uang Rp10 ribu saja untuk biaya bensin motor yang ia gunakan untuk keliling ke sejumlah daerah.
Kini Mahmud berencana untuk menambah jumlah armada tambal ban onlinenya. Sehingga usahanya bisa memberikan manfaat kepada orang lain. [owi/beq]






