Bojonegoro (beritajatim.com) – Mbah Rukini, merupakan salah satu seniman musik yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Usianya sekarang yang sudah menginjak angka 66 tahun dan masih terus bermusik. Terutama musik tradisional siter.
Kondisi Mbah Rukini sekarang sedang sakit. Untuk berjalan dia sekarang sudah tidak mampu. Sehingga harus menggunakan alat bantu jalan. Selain kakinya, jari tangannya juga sudah tidak bisa selentik dulu saat memetik senar siter.
“Sekarang bermain siter ini untuk klangenan saja, karena dibuat main sebentar sudah capek,” ujarnya, Rabu (25/10/2023).
Rukini bercerita, saat ini ia lebih sering mencari referensi. Era digitalisasi seperti sekarang membuat perempuan kelahiran Kabupaten Sragen itu ogah ketinggalan. Ia terus mencari referensi dan mendengarkan seni bermusik dari seniman-seniman lain.
“Semakin banyak referensi sekarang, tapi mau bagaimana lagi kondisi fisik sudah tidak kuat. Jadi hanya mengikuti lagu-lagu baru dan mencobanya sendiri,” jelasnya.
BACA JUGA:
Nama Suprianto Diukir Lagi di Prasasti Pemimpin Bojonegoro
Mbah Rukini tinggal di rumahnya di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro bersama suaminya, Asmuji. Suaminya juga seorang seniman musik. Biasanya keduanya main bareng. Suaminya bagian kendang dan Mbah Rukini bagian pemetik siter.
Saat ini yang ia pikirkan adalah generasi setelahnya. Sebab, ia belum menemukan generasi penerus yang bisa memetik siter. Dulu, kata dia, pernah ada yang berniat belajar siter, namun karena ketajaman hati dalam menyelaraskan nada dan latar belakang musik jawa tidak ada yang dikuasai sehingga kesulitan.
“Harus ada latar belakang musik jawa yang dikuasai, kalau tidak ada memang susah,” terangnya.
Karena keterampilannya bermain siter adalah otodidak, dia lebih menggunakan rasa saat menyelaraskan irama. Ia juga berkeinginan membuat sebuah sanggar yang bisa digunakan belajar bagi yang berniat melestarikan musik tradisional Jawa tersebut. [lus/beq]






