Gresik (beritajatim.com) – Pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) masjid dan musala di wilayah Kabupaten Gresik digratiskan. Langkah ini dilakukan dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023.
Seperti diketahui, saat ini banyak bangunan masjid dan musala di Gresik masih belum ber-IMB. Terkait dengan itu, pemerintah daerah setempat memfasilitasi agar mendapatkan legalitas.
“Sekarang ini sudah ada 33 masjid dan musala yang mengajukan IMB. Ini kami dorong terus agar yang lain ikut mengajukan,” ujar Kepala Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik, Agung Endro, Minggu (22/10/2023).
Lebih lanjut Agung mengatakan, untuk pengurusan IMB gratis ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk melakukan sosialisasi. Namun, masih banyak banyak yang belum memanfaatkan secara maksimal oleh yayasan maupun takmir masjid.
“Untuk IMB tempat ibadah, tidak ada retribusi alias gratis. Selama tahun 2023 ini, ada 33 musala dan masjid yang mengajukan IMB ke kami,” katanya.
Program IMB gratis untuk tempat ibadah, khususnya masjid dan musala sudah berjalan setahun silam. Malahan Pemda Gresik menggandeng DMI Gresik untuk memberikan sosialisasi kepada pengurus masjid ataupun musala.
“Tahun lalu memperingatan Hari Santri program ini sudah berjalan dan masih tetap berlaku,” ungkap Agung.
BACA JUGA:
Gudang Kayu di Gresik Dilahap Api Lagi, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, KH Mansoer Shodiq menyatakan program yang digagas oleh pemerintah daerah sangat positif. Ini karena masih banyak bangunan masjid atau musala belum melakukan pengurusan IMB.
“Kami mengapresiasi program ini yang bertepatan dengan Hari Santri. MUI dan DMI akan lebih masif lagi melakukan sosialisasi soal pengurusan IMB,” tandasnya. [dny/but]






