Jember (beritajatim.com) – Asosiasi Kabupaten PSSI Jember, Jawa Timur, akan menggelar Piala Suratin U 13 dan U15 pada November 2023. Ada 52 klub dan sekolah sepak bola terafiliasi yang berpotensi menjadi peserta.
“Mereka boleh ikut semua, U13 dan U15, atau salah satunya. Kalau tidak, akan kami evaluasi lagi. Kalau ikut dua tahun berturut-turut, berarti ada klub dan eksistensi pemainnya,” kata Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana, ditulis Jumat (20/10/2023).
Saat ini Askab PSSI Jember tengah berusaha merapikan administrasi keanggotaan klub. “Itulah kenapa ada aplikasi SIAP (Sistem Informasi Administrasi Pemain) dan Piala Suratin, supaya ada database valid,” kata Sandi.
Mantan Ketua Askab PSSI Jember Sutikno berharap agar pembentukan sekolah sepak bola terafiliasi ke depan bisa lebih dipermudah. “Kemajuan sepak bola Indonesia tergantung dari bagaimana kita memutar kompetisi usia dini sebagus mungkin. Ini untuk menopang tim nasional kita ke depannya. Ini evaluasi PSSI pusat yang harus kita jabarkan di kabupaten,” katanya.
PSSI benar-benar serius mulai memperhatikan pembinaan usia dini. Sebanyak 26 klub anggota dicoret dari keanggotaan dalam Kongres Tahunan Askab PSSI Jember beberapa waktu lalu, karena melanggar statuta PSSI. “Klub yang tidak ikut salah satu kompetisi,U13 atau U15, selama dua tahun berturut-turut, otomatis keanggotaannya dihilangkan,” kata pemilik klub Garempung ini.
Namun, menurut Sutikno, Kongres Tahunan Askab PSSI Jember membuka peluang kepada 26 klub untuk kembali diakui dengan jalan membuat SSB terafiliasi. “Kalau memang tujuannya pembinaan, semua dikasih kesempatan. Tidak ada masalah,” katanya. Sutikno menilai pencoretan itu bagian dari pendisiplinan dan mencegah adanya klub bodong. [wir]






