Surabaya (beritajatim.com) – Seri ketiga dari Liga 1 Esports Nasional 2023 telah dimulai di Kota Surabaya. Dalam ajang ini, 12 tim akan bersaing ketat untuk meraih tiket babak playoff yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada awal Desember mendatang.
Donny NG, CEO Garudaku, menjelaskan bahwa Liga 1 Esports adalah divisi paling bergengsi dalam dunia Esports Indonesia. Dari sini, calon-calon pemain unggulan Timnas Indonesia berpotensi lahir.
“Garudaku, sebagai operator Liga 1 Esports di bawah payung PB ESI, menyelenggarakan Liga 1 Esports terbesar secara nasional dan bersifat terbuka bagi semua tim yang ingin berpartisipasi,” kata Donny.
Baca Juga: Ratusan Profesor Kumpul di ITS Surabaya, Bahas Teknologi Kekinian
Donny menekankan bahwa sistem kompetisi keliling yang diadopsi oleh Liga 1 Esports adalah bukti komitmen Garudaku dan PB ESI untuk memastikan dampak yang dirasakan secara merata di berbagai daerah.
“Mengapa kita memilih format Series? Kebanyakan kompetisi Esports berpusat di Jakarta. Oleh karena itu, melalui Liga 1 Esports, kami ingin membawa pengalaman kompetisi langsung ke daerah-daerah. Pada tahun depan, kami berencana untuk melanjutkan format Series atau roadshow,” tambah Donny.
Surabaya dipilih sebagai tuan rumah seri ketiga setelah Palembang dan Pontianak dengan pertimbangan bahwa di “Kota Pahlawan” ini, terdapat cukup banyak tim Esports dan animo yang tinggi terhadap dunia Esports.
Baca Juga: Warga Cemoro Sewu Krisis Air, Dampak Kebakaran Gunung Lawu Pipa Sumber Air Terbakar
“Alasan utama kami memilih Surabaya sebagai tuan rumah adalah karena kami tahu ada banyak pecinta Esports di sini. Bahkan, pada hari pertama di Jumat, kami melihat partisipasi yang besar. Di Pontianak, pada hari Minggu, hampir 2 ribu orang turut serta. Kami berharap antusiasme di Surabaya akan lebih besar lagi,” kata Donny.
Sementara itu, Ricky Setiawan, Ketua Bidang Atlet, Prestasi, dan IT PB ESI, menyebutkan bahwa Liga 1 Esports akan menjadi kompetisi yang lebih besar dibandingkan dengan liga-liga Esports lainnya. Hal ini dikarenakan Liga 1 Esports bersifat terbuka, memungkinkan tim dari seluruh Indonesia berpartisipasi.
“Sebelum adanya Liga 1 Esports, tidak ada liga yang bersifat terbuka dan sebesar ini. Banyak liga Esports lainnya seukuran Liga 1, namun sifatnya eksklusif,” ujar Ricky.
Baca Juga: Direktur PDAM Kota Probolinggo Terpilih Dinilai Tak Penuhi Syarat
Liga Esports Nasional ini juga akan menjadi ajang seleksi pemain untuk Timnas Indonesia, sehingga pembiayaan dan pengembangan atlet menjadi lebih terstruktur. Kompetisi Esports akan memiliki struktur yang jelas, mulai dari Liga 3 hingga Liga 1.
“Pemain-pemain yang akan mewakili Timnas Indonesia akan berasal dari Liga Esport Nasional. Dengan adanya kompetisi ini, mimpi mereka akan semakin jelas. Ini adalah awal dari perjalanan panjang mereka,” tambah Ricky.
Liga 1 Esports Nasional telah melewati dua seri awal di Palembang dan Pontianak, dan kini tiba di Surabaya pada tanggal 20 hingga 22 Oktober 2023. Selanjutnya, kompetisi akan berlanjut di Makassar, dan babak Playoff akan dihelat di Jakarta pada awal Desember.
Baca Juga: Kasat Reskrim Polres Jombang Dipindah ke Bengkulu, Tinggalkan Sejumlah PR Besar
Sebanyak 12 tim akan bersaing melalui 4 seri kompetisi, dan hanya 6 tim terbaik yang akan melaju ke Jakarta untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp 3,2 miliar. Tim-tim tersebut antara lain Borneo FC Esports (Samarinda), BULLSGPX (Jakarta Selatan), Dewa United Esports (Tangerang), EVOS Holy (Jakarta Selatan), HFX Esports (Pontianak), Kagendra Esports (Jakarta Selatan), ONIC Esports (Jakarta Selatan), Pajajaran Esports (Bogor), Pendekar Esports (Jakarta Selatan), Raja Esports (Bekasi), Suber 24 (Samarinda), dan Team Gryffin (Bandung).
Liga 1 Esports Nasional bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wadah pembibitan atlet Esports Indonesia. Sehingga, Indonesia semakin siap bersaing di kancah internasional dalam dunia Esports. (way/ian)






