Kediri (Beritajatim.com) – Tingginya permintaan konsumen akan ikan lele menjadi peluang usaha bisnis yang cukup menjanjikan. Kini budidaya ikan lele mulai dilirik oleh para pelakau usaha karena pangsa pasar yang bagus.
Irfan Firdaus, salah satu pelaku usaha binaan LMI ini telah memulai budidaya lele sejak tahun 2017 lalu bersama sang kakak. Semula, kedua pemuda ini belajar secara otodidak dari melihat proses budidaya ikan lele milik tetangganya. Namun, karena penasaran akhirnya mereka mencoba memulai peruntungan lewat budidaya lele ini.
Berawal dari sulitnya mencari bibit lele di sekitaran tempat tinggalnya, Irfan, sapaan akrabnya berinisiatif untuk mulai belajar pembibitan lele. Irfan berfikir setidaknya bibit lelenya bisa memenuhi kebutuhan bibit lele kakaknya, Iqbal Firdaus.
Menjalankan usaha tidak semudah yang dibayangkan, saat pandemi Covid-19 usaha budidaya lele milik Irfan mengalami masa kritis. Bibit lele susah didapatkan, harganya mahal tetapi kualitasnya buruk. Hal tersebut sempat membuat Irfan dan para tetangganya mengalami kerugian dan terpaksa berhenti beberapa saat.
“Dulu awalnya sekitar tahun 2017 itu baru ada dua kolam, terus kritis karena Covid- 19. Tapi, kami mulai bangkit lagi di pertengahan tahun 2021,” ungkap Irfan saat ditemui di kediamannya, (18/10/2023).
Baca Juga : Walkot Kediri Buka Bimtek Tim Pengumpul Informasi Cukai Hasil Tembakau
Setidaknya Irfan telah mengalami sepuluh kali gagal melakukan pembibitan. Bahkan, bibitnya mati semua juga sudah dilalui. Semua kesalahan terekam dan tercatat sebagai pengalaman yang membuat Irfan lebih mengetahui solusi dari setiap masalah pembibitan.
Irfan menceritakan keberhasilan usahanya saat ini tidak lepas dari dukungaan LMI yang telah membantunnya dalam mengembangkan budidaya lele itu.
“Beberapa tahun lalu, saya sampaikan ide pembuatan kolam pembibitan lele kepada LMI saat berkunjung di kolam milik kakak saya. Alhamdulillah, LMI siap membantu mulai dari rencana pembuatan hingga monitoring seperti ini,” tambah Irfan.
Aris Widya Utami selaku Supervisi Perwakilan LMI Jatim 5 mengungkapkan bahwa LMI pernah menawari untuk pembuatan kolam buatan, tetapi kedua kakak- beradik ini lebih memilih meningkatkan kuantitas hasil dari pada harus memulai kembali dari awal dan beradaptasi dengan kolam baru lagi.
Saat ini ada kurang lebih sembilan kolam pembibitan yang dikelola Irfan. Semua dengan metode tradisional dengan memakai kolam terpal di tanah belakang rumahnya. Dari pembibitan kolam ini, kini Irfan bisa menempuh jenjang pendidikan strata dua dengan jurusan Manajemen Pendidikan.
“Terima kasih LMI untuk semua fasilitas dan bantuan yang diberikan kepada kami. Alhamdulillah, selain memenuhi kebutuhan kolam sendiri, banyak permintaan dari peternak lain. Berkat kolam ini saya bisa punya biaya untuk melanjutkan jenjang S2 Manajemen Pendidikan,” tutup Irfan. [nm/ted].






