Jember (beritajatim.com) – Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur menilai Stadion Jember Sport Garden di Kabupaten Jember, Jawa Timur, layak digunakan untuk menggelar pertandingan kompetisi sepak bola Liga 3.
Ketua Komite Sepak Bola Asprov PSSI Jatim Mikko Agus Pribadi mengatakan, petimbangan kelayakan untuk stadion Liga 3 tidak terlalu rumit. “Field of play (lapamgan pertandingan) saja. Kalau yang lain-lain kami tidak bisa menuntut,” katanya, ditulis Jumat (13/10/2023).
Dalam workshop PSSI Jatim, terungkap persyaratan adanya penilaian dari kepolisian untuk semua stadion yang ingin menjadi tuan rumah pertandingan Liga 3. “Apa bisa? Ya tidak mungkin. Mana yang sudah memenuhi assessment Polri. Ya tidak ada yang memenuhi sekelas Liga 3. Kalau di sini yang memenuhi assesment yang JSG, tidak ada yang lain,” kata Mikko.
Mikko menyarankan kepada Persid (Persatuan Sepak Bola Indonesia Djember) untuk menggunakan JSG sebagai kandang dalam kompetisi Liga 3. “Nama besar Persid eman-eman (kalau tidak menggunakan JSG). Kalau dulu punyanya stadion Notohadinegoro, ya pakai Noto. Kalau sekarang punya JSG, dan yang memenuhi syarat secara standarisasi ya JSG,” katanya.
Namun Mikko menyarankan Pemerintah Kabupaten Jember memperbanyak sumur, karena sulitnya mencari air untuk menyiram rumput di lapangan. “Semakin debit air semakin bagus, makin gampang merawatnya,” katanya.
Sementara untuk Stadion Notohadinegoro, Mikko mengatakan, perlunya perbaikan lapangan pertandingan. “Ruang ganti sudah ada. Toilet juga sudah ada,” katanya.
Pendaftaran Kompetisi Liga 3 akan ditutup pada 15 Oktober 2023. Jumlah pendaftar saar ini sudah mencapai lebih dari 50 klub. “Semua klub sudah harus berbadan hukum. Tidak bisa pakai surat keputusan dari asosisasi kabupaten,” lata Mikko.
Dari pendaftaran tersebut, akan diketahui klub mana saja yang mengajukan diri menjadi tuan rumah. “Assesment penentuan tuan rumah kayaknya lebih ketat. Asprov ingin sistem home and away. Tapi sepertinya tidak mungkin. Jadi pakai sistem setengah kompetisi home tournament, kata Mikko.
Asprov Jatim memiliki 87 klub anggota. “Kalau seskolah sepak bola terafiiasi tidak bisa ikut Liga 3. Mereka hanya boleh ikut kompetisi U15,” kata Mikko.
Dalam kompetisi Liga 3 mendatang, pemain dibatasi persyaratan usia U23. “Boleh memainkan tujuh pemain senior (yang melebihi usia 23 tahun),” kata Mikko. [wir]






