Ngawi (beritajatim.com) – Dalam tiga hari terakhir, dua lansia di Ngawi meninggal dunia karena terbakar. Teranyar, seorang kakek terbakar saat tidur di rumahnya pada Jumat (13/10/2023). Sebelumnya, seorang kakek terbakar di kebun pada Selasa (10/10/2023).
Kejadian semalam, kakek di Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur meninggal terbakar di rumahnya pada Jumat (13/10/2023) pukul 01.30 WIB dini hari.
Kakek itu adalah Wiji (70), warga setempat yang tinggal sendiri di rumahnya. Diduga saat kejadian Wiji tertidur lelap di rumah. Jasadnya ditemukan wargaa saat api yang membakar rumah dipadamkan.
Kejadian berawal saat api yang membesar dan suara atap runtuh membangunkan tetangga Wiji pada dini hari. Saat dicek olah warga sekitar, ternyata api sudah berkobar di rumah Wiji.
“Warga sempat memadamkan dengan alat seadanya. Namun, kemudian minta bantuan Damkar Ngawi dan akhirnya datang dua unit mobil Damkar,” kata Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir pada beritajatim.com, Jumat (13/10/2023).
BACA JUGA:
Kakek di Magetan Tewas Terbakar saat Bakar Sampah Dekat Rumpun Bambu
Sekitar satu jam dipadamkan dan dilakukan pembasahan, warga mulai mencari-cari Wiji. Namun, naas, ternyata Wiji sudah meninggal terbakar karena kebakaran tersebut. “Warga tidak tahu saat kejadian jika korban masih berada di dalam. Api di dalam rumah sudah membesar,” lanjut Juwahir.
Diketahui, Wiji memang tinggal sendiri di rumah tersebut. Menantunya tinggal di rumah lain yang masih satu desa. Tiap hari ditengok, namun saat malam hari, tidak ada yang mengawasi Wiji. “Jemazah kami bawa ke RSUD dr Soeroto untuk divisum. Kalau dugaan sementara kejadian kebakaran ini karena ada korsleting listrik. Masih kami dalami,” kata Juwahir.
Sebelumnya, kejadian lansia meninggal karena terbakar terjadi di Desa Sirigan Kecamatan Paron pada Selasa (10/10/2023). Adalah Tukiran (71) warga setempat. Diduga Tukiran terjebak api saat membakar daun jati kering di kebun miliknya.
Kejadian itu berawal saat kecurigaan sang anak yang tak melihat sang ayah mengikuti jamaah Shalat Dhuhur. Hingga saat dicari-cari ke belakang rumah, ditemukan sudah meninggal karena terbakar. “Korban diduga meninggal saat terjabk api sehingga tak bisa menyelamatkan diri,” kata Kapolsek Paron AKP Budiyanto. [fiq/suf]






