Magetan (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap tak mau menanggapi serius pertanyaan soal potensi dia dipinang menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres). Bahkan, dia lebih memilih memberikan komentar lain saat ditanya soal itu.
Seperti ketika usai hadir ke Pesantren Sabilil Muttaqien di Desa Takeran, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dia memberikan jawaban yang menunjukkan tak minat jadi cawapres.
“Aku tak omong soal pesantren wae, Rek! (Saya bicara soal pesantren saja),” kata Khofifah sembari berlalu dan menuju mobilnya untuk kunjungan selanjutnya.
BACA JUGA:
Ziarah Makam Gubernur Soerjo Magetan, Khofifah: Wujud Penghormatan pada Pahlawan
Sebelumnya, mantan Menteri Sosial itu sempat menengok sejumlah inovasi siswa-siswi SMK PSM 2 Takeran berupa mobil dan motor listrik. Tak sendiri, Khofifah didampingi Dahlan Iskan saat kunjungan tersebut.
“Ada mentor berpengalaman yang membimbing siswa-siswi agar bisa membuat mobil listrik. Tentu, kontribusinya tak hanya untuk Magetan, tapi di Jawa Timur, Indonesia dan dunia,” kata Khofifah.
BACA JUGA:
Pj Wali Kota Malang Ikuti Instruksi Khofifah Soal Cadangan Beras Pemerintah
Menurutnya, hal itu bakal mendukung program pemerintah Indonesia yang menargetkan zero emission di 2026.. “Karenanya, mulai saat ini segera disiapkan perangkat-perangkatnya. Ekosistemnya juga, supaya target Net Zero Emission 2060 bisa secara komprehensif. Bisa segera pakai energi terbaru dan terbarukan,” katanya.
“Saat ini Pemprov Jatim sudah menyiapkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) berbasis atap bagi SMK. Karena itu adalah renewable energy,” pungkasnya. [fiq/beq]






