Madiun (beritajatim.com) – LAMFI (Lembaga Akreditasi Mutu Fasyankes Indonesia) kembali melaksanakan survey akreditasi ke Madiun. Kali ini sasarannya adalah salah satu klinik pratama di Madiun, yaitu klinik Bhakti Rahayu di Jalan Thamrin Nomor 99, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur pada 5 Oktober 2023 hingga 6 Oktober 2023 secara daring dan luring.
LAMFI sebagai lembaga yg telah ditunjuk oleh Kemenkes, mempercayakan penilaian ini kepada dua surveyornya yaitu Dr.dr.H.Marindra Firmansyah,MMedEd,AIFO-K dan Iin Rosita, S.Tr. Keb
“Kami adalah perwakilan dari LAMFI untuk menilai atau memotret sejauh mana klinik Bhakti Rahayu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai standar yang telah ditetapkan. Namun penilai sesungguhnya adalah masyarakat atau konsumen mereka. Harapannya masyarakat/ konsumen puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Klinik Bhakti Rahayu,” tutur Rosita dalam kunjungannya.
Baca Juga: Empat Jalan di Kawasan Kampus Tegalboto Jember Diberlakukan Satu Arah
Menurutnya, akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya / sistem untuk mewujudkan jaminan mutu pelayanan kesehatan yang mendapat pengakuan formal dari Kementerian Kesehatan melalui Lembaga yang ditunjuk oleh Kemenkes.
Mutu pelayanan harus sesuai standar yang ditetapkan untuk menjamin keselamatan pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan fasyankes. Oleh karena itu, Klinik Bhakti Rahayu terus berbenah, memperbaiki sistem, fasilitas, sarana dan prasarana agar dapat mewujudkan kepuasan konsumen. Termasuk diantaranya adalah memaksimalkan pelayanan BPJS di klinik agar pasien BPJS tidak merasa diabaikan.
Marsidi, kepala klinik Bhakti Rahayu juga mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya Kemenkes dalam upaya perbaikan pelayanan klinik ini melalui akreditasi. Karena jika tidak pernah dinilai atau dievaluasi, bisa jadi mereka tidak tahu sejauh mana klinik ini mencapai pelayanan yang ideal.
Baca Juga: Komunitas Ojol di Bangil Deklarasikan Gibran Cawapres
“Intinya klinik Bhakti Rahayu akan terus berbenah agar pasien mendapatkan pelayanan maksimal,” kata Marsidi.
Acara pembukaan akreditasi klinik Bhakti Rahayu dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun, Ketua Asosiasi Klini se-Karesidenan Madiun, Direktur RS Kab Madiun, mitra2 Klinik Bhakti Rahayu, dan semua karyawan.
“Alhamdulillah survey berlangsung lancar. Kami sudah melakukan pemeriksaan regulasi, bukti2 kegiatan atau dokumen, observasi, wawancara dan melihat simulasi kegiatan dr teman2 klinik Bhakti Rahayu. Hasilnya akan kami laporkan kepada Lembaga akreditasi dan Kemenkes. Klinik sangat kooperatif,” kata dr. Marindra.
Acara hari kedua secara luring dimulai dengan penyambutan surveyor dan ditutup pada pukul 15.30 WIB oleh Kadinkes Kota Madiun. [fiq/ian]






