Surabaya (beritajatim.com) – Pneumonia merupakan suatu kondisi peradangan pada parenkim paru yang dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak, orang dewasa, bayi, dan lansia. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang apa itu pneumonia, penyebabnya, gejalanya, dan bagaimana cara mengobatinya.
Apa Itu Pneumonia?
Pneumonia adalah penyakit yang timbul akibat infeksi akut pada saluran pernapasan bagian bawah, yang khususnya mempengaruhi paru-paru. Infeksi ini menyebabkan cairan, lendir, atau nanah mengisi paru-paru, menghambat kemampuan pasien untuk bernapas dengan normal.
Siapa yang Rentan Terkena Pneumonia?
Pneumonia dapat menyerang siapa saja, tetapi beberapa kelompok berisiko lebih tinggi, yaitu:
1. Perokok Aktif
Perokok memiliki risiko lebih tinggi karena merokok merusak sistem pernapasan dan melemahkan pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Baca Juga: Pesan Pj Wali Kota Malang saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad di PCNU
2. Bayi Usia 0-2 Tahun dan Lansia di Atas 65 Tahun
Kelompok usia ini lebih rentan karena sistem kekebalan tubuhnya mungkin belum berkembang sepenuhnya (pada bayi) atau telah melemah karena usia (pada lansia).
3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat, seperti steroid dan antibiotik dalam jangka panjang, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko pneumonia.
4. Penderita Penyakit Kronis
Orang dengan riwayat asma, gagal jantung, diabetes, HIV/AIDS, cystic fibrosis, atau penyakit kronis lainnya lebih rentan terhadap pneumonia.
Baca Juga: Pohon Kesono Besar Timpa Toko di Mojokerto
5. Sedang Menjalani Kemoterapi
Kemoterapi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus.
Penyebab Pneumonia
Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Pada orang dewasa, penyebab paling umum adalah bakteri. Infeksi virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, juga dapat menyebabkan pneumonia, yang lebih berbahaya dibandingkan dengan jenis lainnya.
Gejala Pneumonia
Gejala pneumonia mirip dengan masalah pernapasan lainnya. Gejalanya meliputi:
– Batuk intens dengan dahak.
– Demam tinggi (suhu tubuh di atas 38°C).
– Kesulitan bernapas dan nyeri dada.
– Penurunan nafsu makan.
– Berkeringat dan menggigil.
– Detak jantung cepat.
– Mual, muntah, sakit kepala, lemas, dan nyeri sendi/otot (gejala ini mungkin terjadi tetapi jarang).
Gejala pneumonia dapat muncul selama 1-2 hari dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi individu.
Baca Juga: Kemesraan Ganjar dan Mahfud di Pernikahan Keluarga Kyai Said Aqil Siroj, Sinyal Berpasangan?
Cara Mengobati Pneumonia
Pengobatan pneumonia harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Pneumonia bakteri dapat diobati dengan antibiotik, baik melalui oral maupun infus. Pneumonia virus dapat diobati dengan obat antivirus seperti zanamivir (Relenza) atau oseltamivir (Tamiflu).
Dokter juga dapat meresepkan obat pereda nyeri, penurun panas, dan obat batuk. Pasien yang mengalami kesulitan bernapas mungkin memerlukan alat bantu napas atau ventilator.
Penting untuk diingat bahwa pneumonia adalah kondisi serius, sehingga pengobatan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis paru-paru. Ini membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
Baca Juga: Kerapan Sapi Piala Presiden di Bangkalan Ricuh, Ada yang Bawa Sajam
Pencegahan Pneumonia
Anda dapat mengurangi risiko pneumonia dengan:
– Meningkatkan asupan nutrisi dengan makan makanan sehat, seperti buah dan sayuran.
– Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan rajin mencuci tangan.
– Menghindari rokok, alkohol, dan kontak dengan orang yang sakit.
– Mendapatkan vaksin yang direkomendasikan, seperti vaksin flu, PCV, Hib, Pneumococcal polysaccharide, pertusis, dan cacar.
Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk rekomendasi vaksin yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda. Beberapa vaksin mungkin perlu diulang. (fyi/ian)






