Pasuruan (beritajatim.com) – Sahid (44), petani asal Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan meninggal dunia usai tersambar kereta api Arjuno Express dengan jurusan Malang-Surabaya di Desa Senginagung, Kecamatan Purwosari, Sabtu (7/10/2023).
Kejadian ini juga diketahui oleh dua orang saksi yang sedang melintas yakni Abdul Munip Akhmad Mansyur. “Kami telah mendapati laporan telah terjadinya kecelakaan kereta api Arjuno Expres jurusan Malang – Surabaya KM 21+700. Kejadian ini terjadi pada pukul 06.10 WIB,” kata Kapolsek Purwosari, AKP Hudi Supriyanto, Sabtu (7/10/2023).
Dari cerita saksi yang mengetahui kejadian tersebut korban Sahid hendak berangkat ke sawah. Saat itu korban berjalan di bantalan sekitar rel yang di petak jalan Lawang – Sengon. Namun korban tidak menyadari adanya kereta api yang dimasinisi oleh Riki hingga akhirnya tertemper oleh kereta api. Setelah tertemper, korban terpental dan mengalami luka dibagian kepala dan kaki.
“Korban saat dievakuasi sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di bagian kepala dan bagian kaki. Kemudian korban kami bawa ke RSUD Bangil untuk dilakukan Visum et repertum,” jelasnya. (ada/kun)
BACA JUGA: Warga Desa Jatiarjo Pasuruan Swadaya Perbaiki Jaringan Pipa Air Dampak Karhutla Arjuno






